SURYA.co.id, SURABAYA - Komisi XI DPR RI mengawal proses pembaruan armada kapal PT PELNI, dengan meninjau langsung kondisi kelayakan moda transportasi laut.
Didampingi sejumlah pejabat PT PELNI, dan awak kapal, rombongan wakil rakyat dari Senayan ini juga mengecek berbagai fasilitas, di dalam KM Kelimutu, yang bersandar di Dermaga Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Jumat (19/6/2026), pukul 10.00 WIB.
Kunjungan kerja dipimpin Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, M. Hanif Dhakiri.Saat berada di atas kapal, politisi PKB tersebut menanyakan kualitas pelayanan, kepada salah satu penumpang.
Kepada awak media, M Hanif mengatakan, agenda ini merupakan bagian dari monitoring perencanaan dan penggunaan dari Penyertaan Modal Negara (PMN), usai diberikan oleh pemerintah kepada PT PELNI.
Menurutnya, tujuan utama dari penyuntikkan modal untuk memperbaiki kapal. Terlebih lagi beberapa unit diantaranya berusia lebih dari 40 tahun.
Baca juga: Pengusaha Laundry Probolinggo Rasakan Dampak Nyata Program RE3 PNM
“Dari sisi masa pakai kapal sudah habis. Kemudian sudah ada persiapan dari desain dan lain seterusnya. Serta mendukung program pembaruan armada kapal penumpang nasional milik PT PELNI,” ujar M Hanif.
Hanif menegaskan, pihaknya akan terus mengawal penggunaan dana negara, supaya memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung konektivitas wilayah kepulauan Indonesia.
“Kami ingin memastikan bahwa PMN yang diberikan benar-benar digunakan untuk memperkuat armada dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.
Dirinya menilai, kendati usia kapal telah memasuki empat dekade, namun kondisi kapal masih terawat dan layak beroperasi.
"Kami tidak hanya melihat kondisi kapal yang ada, tetapi juga memastikan proses regenerasi armada berjalan sesuai rencana," pungkasnya.
Di tempat yang sama, Direktur Armada dan Teknik PT PELNI, Kokok Susanto, menjelaskan, ada pembangunan tiga kapal baru saat ini masih tahap penyusunan desain.
Dengan total dukungan PMN mencapai Rp4 triliun, program pembaruan armada ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah, untuk menjaga keberlanjutan layanan transportasi laut nasional di tengah usia armada yang terus menua.
"Saat ini prosesnya masih desain. Konsultan sudah ditunjuk dan penyusunan desain diperkirakan memerlukan waktu sekitar 17 bulan sebelum masuk tahap pembangunan kapal," jelas Kokok.
Dirinya menambahkan, dukungan PMN dicairkan secara bertahap pada 2024 dan 2025, sekaligus menjadi modal penting bagi perusahaan untuk mempercepat program regenerasi armada.
Pihaknya mengaku sangat senang dengan adanya penyuntikkan modal tersebut. Serta menjadi motivasi untuk memaksimalkan penggunaan, supaya tepat waktu.
“Target kami, tiga kapal baru tersebut dapat mulai beroperasi pada tahun 2029," tandas Kokok.