SURYA.CO.ID, SURABAYA - Persebaya Surabaya merayakan hari jadi yang ke-99 pada Kamis (18/6/2026). Di tengah momentum bersejarah tersebut, pelatih kepala Persebaya, Bernardo Tavares, memberikan ucapan yang menyentuh hati dan sarat akan apresiasi terhadap klub serta basis suporternya.
Pelatih asal Portugal yang telah menukangi Bajul Ijo selama dua musim ini menilai, Persebaya bukan sekadar klub sepak bola profesional. Bagi Tavares, klub ini adalah bagian dari jiwa masyarakat Kota Pahlawan.
Dalam pernyataannya, Bernardo Tavares menegaskan bahwa warisan Persebaya tidak bisa hanya diukur dari koleksi trofi semata. Ia mengakui bahwa klub ini memiliki pengaruh besar dalam sejarah sepak bola nasional.
"Sebagai salah satu klub sepak bola terbesar dan paling ikonik di Indonesia, Persebaya Surabaya telah membangun warisan yang jauh melampaui trofi dan hasil," ujar Bernardo Tavares.
Ia menambahkan, Persebaya adalah simbol semangat, ketahanan, dan identitas Surabaya yang telah menginspirasi berbagai generasi selama hampir satu abad.
Meski Persebaya terakhir kali meraih gelar juara liga pada 2004, Tavares menilai perjalanan panjang klub tetap berkesan.
Ia menyoroti masa-masa sulit, termasuk saat tim sempat dibekukan oleh PSSI selama empat tahun antara 2013 hingga 2017.
Salah satu poin utama yang disoroti oleh pelatih berusia 46 tahun tersebut adalah peran vital Bonek dan Bonita.
Menurutnya, loyalitas suporter Persebaya merupakan fenomena yang jarang ditemukan di tempat lain.
"Semangat, kreativitas, loyalitas, dan atmosfer mereka yang tak tertandingi menjadikan Persebaya benar-benar unik," tegas pelatih yang telah merasakan langsung totalitas dukungan suporter selama setengah musim terakhir ini.
Sebagai penutup, Tavares berharap Persebaya dapat terus berkembang dan meraih kesuksesan baru di masa depan dengan tetap menjaga tradisi serta nilai-nilai luhur klub.
Peringatan HUT ke-99 tahun ini sendiri dirayakan secara sederhana, namun penuh makna dengan mengusung kampanye "Persebaya untuk Semua".
Persebaya Surabaya kini menatap masa depan dengan optimisme tinggi, membawa harapan besar dari para pendukung setianya di usia yang hampir genap satu abad.