2 Hektare Lahan Mineral di Sungai Menang Terbakar, BPBD OKI Minta Warga Laporkan Jika Ada Titik Api
Slamet Teguh June 19, 2026 04:45 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG  – Memasuki musim kemarau mulai terasa dampaknya di sebagian besar wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan.

Hanya dalam kurun waktu sepekan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI mendata puluhan titik panas telah mengepung 7 kecamatan, bahkan baru saja menghanguskan dua hektar lahan mineral di wilayah Sungai Menang.

Diungkapkan Plt Kepala BPBD OKI, Nova Trisuyanto berdasarkan data mingguan sejak tanggal 13 hingga 19 Juni 2026, pergerakan titik panas patut diwaspadai.

"Terdeteksi total sebanyak 16 titik hotspot di 7 kecamatan dengan tingkat kepercayaan Medium," ujar Nova saat dikonfirmasi pada Jum'at (19/6/2026).

Dalam rincian yang diuraikan Nova, sebaran titik panas cukup merata mulai dari Kecamatan Cengal mendominasi dengan 4 titik, disusul Tulung Selapan 3 titik.

Selanjutnya, wilayah Lempuing Jaya, Mesuji Makmur, Pampangan, dan Sungai Menang masing-masing menyumbang 2 titik panas dan 1 titik terpantau di Air Sugihan.

Lebih lanjut, Nova memaparkan ancaman tak lagi sebatas pantauan suhu panas di satelit. Sejak periode Januari hingga Juni telah terjadi 4 kejadian karhutla yang hanguskan sekitar 2,5 hektar lahan.

"Kejadian kebakaran terbaru terjadi kemarin di Desa Sungai Menang, Kecamatan Sungai Menang dengan luasan 2 hektar lahan jenis mineral," bebernya.

Baca juga: Bupati Muba Toha Tohet Tegaskan Sanksi Pidana dan Ancam Cabut Izin Usaha Perusahaan Pemicu Karhutla

Tidak ingin kecolongan dan membiarkan api meluas, tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi.

Mereka melakukan patroli ketat dan groundcheck (pengecekan langsung) lahan yang terbakar di Desa Sungai Menang.

Langkah cepat ini, kata Nova merupakan upaya pemantauan kondisi lapangan, verifikasi kejadian kebakaran, sekaligus identifikasi potensi risiko karhutla lanjutan.

"Kegiatan ini penting untuk memastikan kondisi lokasi pasca-kebakaran dan mendukung langkah pencegahan, serta penanganan karhutla secara cepat dan tepat di lapangan," tambahnya.

Menyikapi kondisi lahan makin mengering dan rawan terbakar, BPBD OKI tak main-main. Pihaknya mengeluarkan imbauan tegas yaitu warga dilarang keras melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun dan dengan alasan apapun

Selain itu. Warga juga diminta terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla di lingkungan masing-masing.

"Kami meminta masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat desa atau petugas terkait apabila menemukan titik api atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi menimbulkan kebakaran," tegasnya.

Selain kewaspadaan, peran aktif warga sangat diharapkan, terutama dalam menjaga sumber-sumber air yang tersedia di sekitar lahan.

"Ketersediaan sumber air ini sangat krusial dan akan jadi ujung tombak untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla jika sewaktu-waktu api kembali membesar," tutupnya.

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.