Berita Persebaya Hari Ini, Tavares Tersentuh Loyalitas Bonek,  Bidik Gelar Juara di Usia ke-100
Wiwit Purwanto June 19, 2026 06:05 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA – Menjelang usia satu abad, Persebaya Surabaya tak hanya merayakan perjalanan panjang yang penuh sejarah, tetapi juga menegaskan ambisi besar untuk kembali mengangkat trofi juara.

Pada momen ulang tahun ke-99, Kamis (18/6/2026), dukungan suporter dan tekad seluruh elemen klub menjadi bahan bakar menatap masa depan.

Nuansa haru dan kebanggaan menyelimuti peringatan hari jadi Persebaya ke-99. Di tengah semangat kampanye "Persebaya untuk Semua", klub kebanggaan warga Surabaya itu kembali menegaskan jati dirinya sebagai simbol perjuangan, loyalitas, dan kebersamaan yang telah tumbuh bersama masyarakat Kota Pahlawan selama hampir satu abad.

Dari tribun stadion hingga sudut-sudut kota, nama Persebaya terus hidup sebagai identitas yang diwariskan lintas generasi.

Bernardo Tavares: Persebaya Lebih dari Sekadar Klub

Pelatih kepala Persebaya, Bernardo Tavares, memberikan ucapan penuh makna pada perayaan ulang tahun klub. Pelatih asal Portugal yang telah menukangi Bajul Ijo selama dua musim itu menilai Persebaya bukan sekadar organisasi sepak bola profesional, melainkan bagian dari jiwa masyarakat Surabaya.

Baca juga: Kado Istimewa Pemkot Surabaya untuk Persebaya pada Ulang Tahun ke-99

"Sebagai salah satu klub sepak bola terbesar dan paling ikonik di Indonesia, Persebaya Surabaya telah membangun warisan yang jauh melampaui trofi dan hasil," ujar Bernardo Tavares.

Menurutnya, perjalanan panjang Persebaya telah membentuk identitas kuat yang tidak dapat diukur hanya dari prestasi di lapangan. Klub ini menjadi simbol semangat dan ketahanan yang terus menginspirasi berbagai generasi.

Meski terakhir kali meraih gelar juara liga pada 2004, Tavares menilai sejarah Persebaya tetap sarat pelajaran berharga. Ia menyinggung berbagai fase sulit yang pernah dilalui klub, termasuk ketika Persebaya harus menghadapi masa pembekuan kompetisi oleh PSSI pada periode 2013 hingga 2017.

Perhatian khusus juga diberikan Tavares kepada Bonek dan Bonita yang dinilainya sebagai kekuatan utama klub. Baginya, loyalitas suporter Persebaya merupakan fenomena yang sulit ditemukan di banyak tempat.

"Semangat, kreativitas, loyalitas, dan atmosfer mereka yang tak tertandingi menjadikan Persebaya benar-benar unik," tegas pelatih yang telah merasakan langsung totalitas dukungan suporter selama setengah musim terakhir ini.

Tavares berharap Persebaya terus berkembang, meraih prestasi baru, serta tetap menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur yang telah menjadi fondasi klub selama puluhan tahun.

Baca juga: Jelang 1 Abad Persebaya Ziarah ke Makam Pendiri, Rian: Kami Harus Beri Kebanggaan

Ambisi Juara Jadi Kado Menuju Usia Seabad

Bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke-99, Persebaya juga mencanangkan target besar untuk menjuarai kompetisi musim 2026/2027. Manajemen ingin menjadikan gelar juara sebagai hadiah istimewa saat klub memasuki usia 100 tahun pada 2027 mendatang.

CEO Persebaya, Azrul Ananda, menyebut impian menjadi juara merupakan tujuan tertinggi yang kini sedang diperjuangkan seluruh elemen klub. Namun, ia menegaskan bahwa perjalanan menuju target tersebut harus ditempuh dengan cara yang benar dan tetap mengedepankan sportivitas.

"Kami sekarang benar-benar pengen mencapai impian yang paling tinggi. Karena itu, kalau Tuhan mengizinkan, Persebaya ingin juara musim depan. Kita harus ingat bahwa kita tidak boleh mendahului Tuhan," tegas Azrul saat ditemui di Surabaya.

Azrul menegaskan Persebaya tidak akan mencari jalan pintas demi meraih trofi. Menurutnya, keberhasilan akan terasa jauh lebih berharga jika diraih melalui proses yang panjang dan penuh perjuangan.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Dalam dua musim terakhir, Persebaya mampu menunjukkan performa yang konsisten dengan selalu menembus empat besar klasemen akhir. Stabilitas permainan dan daya saing tim dinilai terus meningkat dibandingkan beberapa musim sebelumnya.

Azrul juga melihat perkembangan kompetisi sepak bola nasional yang semakin profesional dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting bagi klub untuk terus berkembang.

"Syukur alhamdulillah dalam dua musim terakhir memang lebih konsisten. Kami harapkan kami bisa naik kelas lagi ke arah sana," imbuh Azrul.

Setelah lebih dari dua dekade menanti gelar liga sejak 2004, Persebaya kini menatap masa depan dengan optimisme tinggi. Dukungan Bonek dan Bonita, fondasi manajemen yang semakin kuat, serta konsistensi performa tim menjadi harapan besar untuk mengakhiri puasa gelar dan menyambut usia seabad dengan prestasi membanggakan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.