SURYA.CO.ID JOMBANG – Pemadaman listrik yang berulang dalam sepekan terakhir mulai menekan aktivitas pelaku UMKM di Kabupaten Jombang. Produksi terganggu, pelayanan pelanggan melambat, hingga potensi kerugian jutaan rupiah membayangi usaha yang bergantung pada pasokan listrik.
Di tengah aktivitas dapur produksi yang biasanya berjalan tanpa henti, suara mesin mendadak berhenti saat aliran listrik terputus. Freezer penyimpanan stok tak lagi bekerja, sementara produk makanan yang baru selesai dibuat harus menunggu dalam ketidakpastian.
Kondisi itu menjadi tantangan baru bagi pelaku usaha kecil yang menggantungkan sebagian besar proses produksinya pada peralatan berbasis listrik.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan dampak langsung pemadaman listrik adalah Muhammad Lutfan, pedagang pentol keliling asal Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.
Ia mengaku gangguan listrik mulai sering terjadi dalam sekitar satu pekan terakhir. Bahkan, informasi mengenai pemadaman juga ramai diperbincangkan masyarakat melalui media sosial.
Baca juga: Listrik Padam di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, PLN Akui Ada Gangguan Pembangkit
"Kurang lebih sudah satu minggu ini. Bahkan informasi terkait pemadaman juga banyak beredar di media sosial," ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (19/6/2026).
Menurut Lutfan, dalam sepekan terakhir listrik di wilayahnya telah padam sebanyak dua kali dengan durasi antara empat hingga enam jam.
Pemadaman tersebut berdampak langsung pada proses produksi karena sejumlah peralatan utama, termasuk mesin pencetak pentol, bergantung pada pasokan listrik. Selain itu, freezer yang digunakan untuk menyimpan stok produk juga harus terus beroperasi guna menjaga kualitas makanan.
"Kalau listrik padam, produksi jadi terhambat. Mesin tidak bisa digunakan dan freezer juga berhenti bekerja. Padahal ada stok hasil produksi yang harus segera dibekukan," katanya.
Ia menjelaskan produk seperti somay sayur dan somay kulit pangsit menjadi yang paling rentan mengalami penurunan kualitas apabila pendingin berhenti bekerja dalam waktu lama. Risiko kerusakan semakin besar ketika produk baru selesai diproduksi dan belum membeku secara sempurna.
Meski hingga kini belum ada produk yang terpaksa dibuang, Lutfan mengaku tetap khawatir jika pemadaman terus berulang dalam frekuensi yang lebih sering.
Baca juga: Warga Jombang Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Tanpa Sosialisasi dari PLN
"Alhamdulillah belum sampai ada barang yang dibuang. Tapi kalau pemadaman terjadi hampir setiap hari, bukan tidak mungkin stok yang ada menjadi rusak dan tidak layak konsumsi," tuturnya.
Selain ancaman kerusakan produk, gangguan produksi juga berpotensi menimbulkan kerugian finansial. Dalam satu kali proses produksi yang terganggu akibat freezer tidak berfungsi, kerugian diperkirakan mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta.
"Kami terpaksa memundurkan waktu pelayanan karena proses produksi tidak berjalan normal. Sebagian pekerjaan harus dilakukan dengan tenaga tangan," ujarnya.
Belum memiliki genset sebagai sumber listrik cadangan membuat Lutfan sepenuhnya bergantung pada pasokan listrik PLN. Untuk mengurangi risiko kerugian, ia kini memilih mengurangi volume produksi, terutama pada produk berbahan baku yang mudah rusak.
"Kalau produksi tidak lancar, jumlah pelanggan bisa berkurang dan omzet otomatis turun. Itu yang paling terasa bagi usaha kecil seperti kami," katanya.
Keluhan serupa juga datang dari sejumlah warga di Kabupaten Jombang. Wawan, warga Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak, mengaku listrik padam pada siang hari tanpa informasi yang jelas mengenai penyebab maupun durasi gangguan.
Menanggapi keluhan tersebut, Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jombang, Irham Maulana, menjelaskan bahwa sejumlah pemadaman terjadi karena adanya pekerjaan teknis pada jaringan kelistrikan.
Salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah penggantian komponen di gardu induk yang mengharuskan penghentian sementara pasokan listrik demi keselamatan petugas selama proses berlangsung.
"Semalam ada komponen rumah pembatas di gardu yang perlu diganti. Untuk proses penggantian itu, suplai listrik harus dipadamkan sementara," ungkapnya.
Selain pemeliharaan jaringan, PLN juga tengah melakukan peningkatan kapasitas transformator di wilayah Perak dan sekitarnya untuk memperkuat sistem distribusi listrik.
"Untuk daerah Gadingmangu dan Perak memang ada kegiatan uprating kapasitas trafo. Untuk pekerjaan tersebut perlu dilakukan penghentian sementara suplai listrik dari gardu," beber Irham.