Disnaker Sidoarjo Ungkap Penyebab Lulusan SMK Dominasi Angka Pengangguran
Cak Sur June 19, 2026 07:32 PM

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), mencatat sebanyak 69.549 warga Kota Delta masih belum mendapatkan pekerjaan.

Dari jumlah tersebut, kelompok lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mendominasi sebagai penyumbang angka pengangguran tertinggi di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnaker Sidoarjo, Yulita, mengungkapkan bahwa jumlah pengangguran dari lulusan SMK diperkirakan mencapai 5.820 orang.

Kondisi ini menjadi sorotan tajam, karena kurikulum SMK sebenarnya dirancang agar lulusannya siap langsung memasuki dunia kerja atau berwirausaha.

Lulusan SMK Dominasi Angka Pengangguran Sidoarjo

Tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan SMK, menunjukkan adanya ketimpangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri saat ini.

Masalah kecocokan keahlian (link and match) masih menjadi tantangan besar di Kabupaten Sidoarjo.

Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Disnaker Sidoarjo terus mendorong kolaborasi erat antara institusi pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI).

"Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses lapangan kerja, baik bagi lulusan baru (fresh graduate) maupun pencari kerja lama yang belum terserap pasar," ujar Yulita kepada SURYA.co.id, Jumat (19/6/2026).

Strategi Disnaker Sidoarjo: Gelar Job Fair di SMKN 1 Krian

Sebagai langkah konkret mempercepat penyerapan tenaga kerja, Disnaker Sidoarjo aktif memfasilitasi pertemuan pencari kerja dan perusahaan melalui bursa kerja (job fair). Salah satu agenda terbaru sukses digelar di SMKN 1 Krian, Sidoarjo.

Kegiatan ini terbukti diminati masyarakat dengan beberapa catatan penting:

  • Diikuti oleh sekitar 1.300 pencari kerja yang memadati area pameran.
  • Didukung oleh 20 perusahaan mitra dari berbagai sektor strategis seperti manufaktur, ritel, dan jasa.
  • Menyediakan total lowongan kerja mencapai 600 posisi strategis.

Komitmen Inklusivitas Bagi Pekerja Disabilitas

Tidak hanya menyasar pencari kerja umum, bursa kerja kali ini juga mengusung misi inklusivitas yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Disnaker Sidoarjo mengalokasikan kuota khusus sebesar 5 persen dari total lowongan kerja yang disediakan oleh perusahaan peserta.

Sebanyak tiga perusahaan berkomitmen membuka formasi bagi penyandang disabilitas rungu, wicara, daksa, maupun netra.

Langkah inklusif ini disesuaikan dengan kualifikasi dan kebutuhan operasional masing-masing korporasi.

Upaya kolaboratif antara pemerintah dan industri ini diharapkan mampu mengikis ketimpangan lapangan kerja dan menurunkan angka pengangguran di Sidoarjo secara bertahap.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.