TRIBUNJAMBI.COM – Aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Trisakti menuju Gedung DPR/MPR RI diwarnai dengan sejumlah atribut yang menarik perhatian, salah satunya bendera hitam bertuliskan nama "Teddy" menggunakan cat berwarna merah muda (pink).
Pantauan di lokasi menunjukkan bendera tersebut dihiasi beberapa simbol hati berwarna pink dan dipasang pada dua batang kayu yang disusun menyerupai bentuk salib.
Di bagian paling atas rangka kayu itu, mahasiswa meletakkan sebuah ember dalam posisi terbalik yang dicat semprot berwarna merah.
Pada salah satu sisi ember tampak gambar wajah yang menyerupai Presiden Prabowo Subianto dengan lidah menjulur dan simbol dolar pada kedua matanya.
Atribut tersebut kemudian dipasang di mobil komando yang mengawal jalannya aksi menuju kompleks parlemen.
Baca juga: Jokowi Beri Respons setelah Roy Suryo dan Dokter Tifa Diamankan, Ijazah Asli Siap Dihadirkan
Baca juga: Siapa Glory Harimas Sihombing? Pendiri IFSR yang Kini Ditahan Kejagung dalam Kasus MBG
Bawa Poster Bergambar Bahlil
Selain bendera, sejumlah mahasiswa juga membawa berbagai poster berisi kritik terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah.
Salah satu poster menampilkan wajah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Poster tersebut memuat tulisan:
"Bensin naik, bahan pokok naik, kesabaran turun."
Poster-poster lain juga berisi berbagai tuntutan terkait harga kebutuhan pokok, bahan bakar minyak (BBM), hingga kebijakan pemerintah.
Sekitar 700 Mahasiswa Ikut Aksi
Diperkirakan sekitar 700 mahasiswa Universitas Trisakti mengikuti aksi unjuk rasa tersebut.
Massa bergerak menuju Gedung DPR/MPR RI dengan membawa sejumlah spanduk, poster, dan atribut aksi sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah dan parlemen.
Tiga Tuntutan Utama Mahasiswa
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengusung tiga tuntutan utama, yakni:
Memulihkan kondisi ekonomi dan politik nasional.
Memberantas inkompetensi pejabat negara.
Mengembalikan supremasi sipil.
Soroti Harga BBM hingga Program MBG
Selain tiga tuntutan utama tersebut, mahasiswa juga menyampaikan sejumlah aspirasi lain, di antaranya:
Menurunkan harga bahan pokok.
Menurunkan harga BBM serta meningkatkan ketersediaan BBM bersubsidi.
Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tak hanya itu, massa aksi juga menyuarakan penolakan terhadap revisi Undang-Undang Polri, meminta pembebasan tahanan politik, menghentikan tindakan represif aparat, mengurangi militerisme di ruang sipil, serta menolak sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.