Kalender Jawa 19 Juni 2026 Weton Jumat Pahing, Diperingati Hari Penghapusan Kekerasan Asusila
Rusaidah June 19, 2026 05:20 PM

POSBELITUNG.CO -- Kalender Jawa adalah satu warisan budaya Nusantara yang memiliki kedalaman sejarah dan nilai penting bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa.

Masyarakat Jawa kerap digunakan untuk memberi gambaran mengenai karakter seseorang, arah peruntungan, hingga kecocokan jodoh berdasarkan weton kelahiran.

Mempelajari primbon Jawa diperbolehkan sebatas untuk melestarikan budaya leluhur.

Baca juga: Biodata Roy Suryo, Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Ditangkap Polisi, Kuasa Hukum Siapkan Penangguhan

Namun mempercayai weton sebagai penentu nasib, rezeki, atau jodoh adalah tidak dibenarkan dan dapat menjurus pada perbuatan syirik.

Dalam kalender Jawa, tanggal 19 Juni 2026 memiliki weton Jumat Pahing dengan Wuku Galungan. 

Dalam perhitungan neptu Jawa, Jumat memiliki nilai 6, sedangkan Pahing bernilai 9, sehingga total neptu Jumat Pahing adalah 15. 

Kombinasi  weton Jumat Pahing dengan Wuku Galungan dipercaya mencerminkan pribadi yang memiliki keteguhan hati, kecerdasan dalam mengambil keputusan, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan hidup dengan penuh kesabaran. 

Sementara angka 15 sering dikaitkan dengan sosok yang berwibawa, memiliki daya tarik alami, dan mampu menjadi panutan bagi orang-orang di sekitarnya.

Baca juga: Kalender Jawa 18 Juni 2026 Weton Kamis Legi dengan Wuku Galungan, Nilai Neptu 15

Weton Jumat Pahing dengan Wuku Galungan dipercaya memiliki watak yang bijaksana, berani, dan penuh tanggung jawab. 

Mereka dikenal sebagai pribadi yang memiliki pendirian kuat, tetapi tetap mampu menghargai pendapat orang lain. 

Sifat Jumat Pahing yang cenderung tenang berpadu dengan karakter Wuku Galungan yang melambangkan kemenangan menjadikan mereka sosok yang tidak mudah goyah ketika menghadapi tekanan atau tantangan.

Selain itu, pemilik weton ini biasanya memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mudah mendapatkan kepercayaan dari lingkungan sekitarnya. 

Mereka senang membantu orang lain dan memiliki rasa empati yang cukup tinggi. 

Dalam kehidupan sosial, mereka sering menjadi tempat meminta nasihat karena dianggap mampu memberikan pandangan yang objektif dan menenangkan. 

Namun, terkadang mereka terlalu memendam masalah sendiri karena tidak ingin membebani orang lain.

19 Juni Diperingati sebagai Hari Apa?

Setiap tanggal 19 Juni diperingati sebagai Hari Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik Sedunia.

Kekerasan seksual menjadi kasus yang kerap terjadi selama masa perang.

Oleh karenanya terbit undang-undang yang mengatur itu selama konflik bersenjata terjadi yang dinamakan Kode Lieber pada bulan Februari 1863 di Amerika Serikat.

Dalam undang-undang tersebut, penyerangan seksual secara eksplisit disebutkan sebagai tindakan yang dapat dihukum dan perkosaan sebagai pelanggaran yang dapat dieksekusi.  

Banyaknya kejadian kekerasan seksual selama masa konflik juga mendapat perhatian dari Komite Palang Merah Internasional (I.C.R.C.).

Tujuan adanya hari ini untuk mendorong orang melindungi perempuan dan anak perempuan dalam kekerasan seksual.

(Posbelitung.co/Tribunnews.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.