BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Meski tak berhadir di tengah demonstran aksi Reformati Indonesia Jilid II, anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Selatan Irjen Pol (Purn) Rikwanto mengirimkan pesan tertulis, Jumat (19/6/2026).
Pesan tersebut dibacakan Wakil Ketua DPRD Kalsel, Alpiya Rakhman di hadapan demonstran yang sejak awal menuntut kehadiran langsung anggota DPR RI dapil Kalsel untuk berdialog mengenai sejumlah isu yang mereka suarakan.
Pantauan di lokasi, suasana aksi yang sebelumnya diwarnai orasi bergantian sempat berubah lebih tenang.
Mahasiswa duduk menyimak isi surat yang dibacakan menggunakan pengeras suara di ruas Jalan Lambung Mangkurat, tepat di depan Gedung DPRD Kalsel.
Baca juga: BREAKING NEWS- Siang Ini, BEM se-Kalsel Kembali Gelar Aksi Reformati Indonesia Jilid II
Dalam surat bernomor 018/A.350/DPR-RI/VI/2026 tertanggal 17 Juni 2026 itu, Rikwanto menyampaikan apresiasi atas undangan dialog yang disampaikan mahasiswa melalui DPRD Kalsel.
Ia menilai aspirasi yang diangkat mahasiswa terkait penegakan hukum, perlindungan hak asasi manusia, dan keadilan merupakan isu penting yang perlu mendapat perhatian.
“Aspirasi yang diusung oleh rekan-rekan mahasiswa se-Kalimantan Selatan mengenai penegakan hukum, perlindungan hak asasi manusia, serta penegakan keadilan merupakan hal yang sangat fundamental dan krusial bagi kemajuan Banua kita tercinta,” tulis Rikwanto dalam surat tersebut.
Namun, ia menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung dalam agenda dialog yang diminta mahasiswa.
Rikwanto menjelaskan, pada waktu yang bersamaan dirinya harus menjalankan tugas kedewanan yang telah dijadwalkan sebelumnya, yakni persiapan kunjungan kerja dan rapat Tim Perumus Undang-Undang Perampasan Aset.
“Dengan penuh rasa hormat dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, saya menyampaikan bahwa tidak dapat hadir secara langsung pada agenda audiensi tersebut,” ujarnya.
Meski tidak hadir secara fisik, Rikwanto menyatakan tetap membuka ruang komunikasi dengan mahasiswa.
Ia juga menyebut siap menerima dokumen tuntutan dan pernyataan sikap yang disampaikan massa aksi untuk dipelajari lebih lanjut.
Dalam suratnya, ia menegaskan aspirasi mahasiswa akan diteruskan melalui mekanisme yang ada di DPR RI, baik melalui komisi maupun fraksi tempatnya bertugas.
Baca juga: Aksi Reformati Indonesia Jilid II, BEM Kalsel: Dapur MBG Lebih Mewah dari Sekolah
“Saya senantiasa membuka pintu komunikasi dan siap menerima salinan resmi berupa tuntutan serta pernyataan sikap dari rekan-rekan BEM se-Kalsel secara tertulis,” tulisnya.
Demonstran menyampaikan empat tuntutan utama, yakni evaluasi menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyesuaian harga BBM yang mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat, pencabutan revisi UU Polri dan reformasi kepolisian, serta peningkatan kesejahteraan pendidikan khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Hingga aksi berlangsung, mahasiswa masih bertahan di Jalan Lambung Mangkurat yang ditemui Ketua DPRD Kalsel Supian HK bersama sejumlah anggota dewan lain.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)