Massa Aliansi BEM Mendesak Masuk Ruang Rapat DPRD DIY, Aparat Kepolisian Siaga
Yoseph Hary W June 19, 2026 07:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kekecewaan massa Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-DIY meluap karena dalam aksi di depan DPRD DIY hanya ditemui oleh dua anggota dewan, Jumat sore (19/6/2026).

Massa aliansi BEM se-DIY pun memaksa masuk ke ruang rapat DPRD DIY, sedangkan aparat kepolisian siaga menahan desakan para mahasiswa. 

Massa memaksa masuk DPRD DIY untuk mengajak berdialog dengan seluruh anggota dewan yang berjumlah 55 orang.

"Kami ingin menemui seluruh anggota dewan di sini (DPRD DIY), bukan hanya dua orang saja," tegas salah satu orator.

AKSI - Seorang koordinator aksi memberikan arahan kepada massa Aliansi BEM se-DIY untuk masuk ke ruang rapat kantor DPRD DIY, Jumat (19/6/2026).
AKSI - Seorang koordinator aksi memberikan arahan kepada massa Aliansi BEM se-DIY untuk masuk ke ruang rapat kantor DPRD DIY, Jumat (19/6/2026). (Tribun Jogja/MIFTAHUL HUDA)

Puluhan massa itu bergerombol sedikit demi sedikit melangkah ke altar loby DPRD DIY.

Para aparat kepolisin juga terlihat bersiaga mencoba menahan para mahasiswa yang meminta masuk ke ruang rapat.

Negosiasi buntu

Negosiasi dengan dua orang anggota DPRD DIY yang menemui para massa aksi juga buntu.

Namun para mahasiswa tetap bersikeras berupaya untuk masuk ke ruang rapat.

Dalam aksi massa kali ini, para mahasiswa membawa delapan tuntutan. Beberapa di antaranya perlunya transparansi dan akuntabilitas program MBG dan Kopdes Merah Putih.

Meminta pencabutan RUU TNI/Polri, meminta segera disahkan RUU Perampasan Aset, dan RUU masyarakat adat.

Para mahasiswa juga mendesak segera disahkan RUU perlindungan aktivis.

Hingga pukul 17.24 WIB massa aksi masih bertahan di halaman gedung DPRD DIY. (hda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.