BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG- Desa Warukin di Kecamatan Tanta menjadi wakil Kabupaten Tabalong dalam lomba desa tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tahun 2026.
Sebagai tahapan penilaian, Tim Klarifikasi Lapangan dari Provinsi Kalsel telah menyambangi Kantor Desa Warukin, Kamis (18/6/2026) siang.
Klarifikasi lapangan dalam lomba desa merupakan tahapan penilaian lanjutan untuk mencocokkan data administrasi dengan kondisi riil di lapangan.
Kedatangan rombongan tim klarifikasi lapangan disambut Wabup Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, Ketua TP PKK Tabalong, Hj Desi Suryanti Noor Rifani bersama Kades Warukin, Dedy Unjang.
Selain itu juga hadir Kepala DPMD Tabalong, H Adityapula Nugraha, Kepala SKPD terkait, unsur Forkopimcam Tanta serta jajaran Pemerintah Desa Warukin.
Saat kedatangan tim klarifikasi, di halaman Kantor Desa Warukin yang menjadi pusat kegiatan nampak ada deretan meja dari beberapa pelaku UMKM.
Pelaku UMKM dari Desa Warukin ini memamerkan sekaligus memasarkan berbagai produk, mulai dari telur ayam, kue, buah, sayur, herbal hingga beragam hasil kerajinan khas Dayak Maanyan Warukin.
Kades Warukin, Dedy Unjang, menyampaikan, salah satu program unggulan dari desanya adalah program Satu Data Desa menuju Smart Desa.
Kehadiran inovasi digital ini dinilai sangat membantu warga karena pengurusan administrasi kini jauh lebih praktis dan efisien.
"Masyarakat tidak perlu lagi harus datang, misalnya pagi-pagi datang ke kantor desa. Mereka cukup menggunakan satu aplikasi untuk permohonan surat-menyurat," ujarnya.
Selain mempermudah surat-menyurat, Dedy Unjang juga menyebut sistem ini menyatukan data desa yang dulunya berserakan menjadi terpusat dalam satu wadah.
Sehingga dapat mempermudah validasi bantuan sosial serta menjadi acuan akurat dalam musrenbang agar pembangunan desa lebih fokus dan tepat sasaran.
Di samping digitalisasi, lanjutnya, Desa Warukin juga memiliki keunggulan dalam hal budaya yang berpotensi menjadi daya tarik sebagai desa wisata.
"Di Warukin ini ada Dayak Maanyan Warukin, ada Balai Adat dan kegiatan festival yang dapat menarik wisatawan. Sehingga kami punya even tahunan yang cukup mampu dijual untuk menjadi tujuan wisata," katanya.
Selain itu juga didukung ekonomi kreatif seperti kerajinan anyaman dan produk khas lainnya untuk mendongkrak ekonomi warga.
Di sisi lain, peningkatan infrastruktur berupa akses jalan yang kini sudah mulus dan bagus memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
"Untuk Posyandu PKK kami sudah melaksanakan implementasi Posyandu 6SPM dan mudah-mudahan menjadi semakin lebih baik lagi layanan dasar kesehatan bagi masyarakat," ucapnya.
Wabup Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf juga memberikan apresiasi khusus dan menyoroti berbagai keunggulan yang dimiliki Desa Warukin.
Menurut Habib Taufan, Warukin merupakan salah satu desa yang sudah dikenal kuat karena kelestarian adat dan budayanya.
"Selain itu masyarakatnya banyak juga petani," ucap Habib Taufan.
Tidak hanya itu, Wabup mengapresiasi keaktifan Bumdes Warukin yang dinilai berhasil mengelola potensi desa hingga menghasilkan Pendapatan Asli Desa.
Salah satu usaha yang menonjol adalah pengelolaan pilah sampah yang mampu meraup omzet kotor hingga Rp10 juta per bulan.
Kemudian di sektor ketahanan pangan, Desa Warukin saat ini juga tengah menggalakkan peternakan ayam petelur.
Meski saat ini baru berjalan dengan 300 ekor ayam yang memproduksi sekitar 1.000 butir telur, bernilai Rp6 juta per bulan.
Wabup mendorong agar potensi ini terus ditingkatkan secara maksimal, mengingat kebutuhan telur ayam di Kabupaten Tabalong sangat tinggi.
Di tempat yang sama, Ketua Tim Klarifikasi Lapangan Lomba Desa Tingkat Kalsel, Iwan Ristianto, menyampaikan Desa Warukin menjadi salah satu kandidat kuat karena berhasil menembus posisi tiga besar.
Pencapaian ini diraih setelah melewati tahapan seleksi yang ketat, mulai dari seleksi administrasi hingga tahap pemaparan dari kades di hadapan tim penilai.
Lalu sebagai bagian dari tahapan ketiga, tim melanjutkan dengan melakukan peninjauan lapangan secara langsung ke Desa Warukin.
Melalui verifikasi lapangan ini, tim penilai akan mencocokkan kesesuaian antara paparan administrasi dengan realitas nyata di desa.
Di mana evaluasi perkembangan desa ini tidak hanya menilai administrasi saja, tetapi juga menilai tentang pemerintahan, kewilayahan dan juga kemasyarakatan. (AOL)