POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Isu penutupan Toserba Puncak Manggar di Kabupaten Belitung Timur ramai diperbincangkan warga di media sosial. Diskon besar-besaran yang diterapkan serta banyaknya rak yang kosong memunculkan spekulasi bahwa salah satu pelopor ritel modern di Negeri Laskar Pelangi itu akan berhenti beroperasi.
Pantauan Posbelitung.co di Gedung Toserba Puncak Manggar yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Kurnia Jaya, Kecamatan Manggar, Jumat (19/6/2026), suasana pusat perbelanjaan tersebut terlihat lebih lengang dibandingkan masa kejayaannya beberapa tahun lalu.
Hanya tampak satu-dua keluarga yang berjalan lambat di antara lorong-lorong rak, memilah pakaian menggunakan tangan mereka.
Di setiap sudut mata memandang, kertas-kertas bertuliskan penawaran harga khusus tampak mendominasi pandangan. Hampir tidak ada satu pun rak yang luput dari label potongan harga harian tersebut.
Pemandangan ini menjadi pemicu yang membawa langkah Posbelitung.co mendatangi langsung swalayan legendaris ini. Kedatangan bertujuan untuk mengonfirmasi kebenaran dari desas-desus yang belakangan ini menjadi buah bibir warga di jagat media sosial Facebook, yang menyebut bahwa Puncak Manggar akan berhenti beroperasi dalam waktu dekat.
Papan penanda bertuliskan "Diskon 30 persen" hingga "Diskon 50 persen" langsung menyambut pandangan mata. Bahkan, pengelola mematok sejumlah barang dengan harga yang sangat miring, seperti baju serba Rp50 ribu, serba Rp30 ribu, hingga sandal anak-anak yang dibanderol hanya seharga Rp5 ribu per pasang.
Beberapa rak pun terlihat kosong, seakan membenarkan isu yang beredar luas tadi. Namun, menurut penjelasan Pengelola Puncak Manggar, Saptoro Basuki atau Toro hal ini terjadi karena dua faktor utama.
Pertama, sebagian besar barang telah laris manis diborong warga pada hari-hari sebelumnya semenjak program potongan harga besar-besaran diberlangsungkan. Dan kedua, sisa produk yang dinilai kurang layak jual langsung dikembalikan ke kantor pusat di Jakarta.
Toro kemudian angkat bicara menanggapi informasi yang beredar luas di akun media sosial tersebut.
Toro menjelaskan,dirinya selaku pimpinan di tingkat daerah belum dapat memberikan jawaban final mengenai kepastian operasional toko ritel modern tersebut.
"Kalau saya selaku pimpinan di sini, memang belum bisa memberikan jawaban yang pasti. Karena memang masih menunggu jawaban langsung dari manajemen pusat di Jakarta," ujar Toro saat ditemui Posbelitung.co, Jumat (19/6/2026).
Toro tak menyangkal bahwa saat ini Puncak sedang menerapkan program cuci gudang besar-besaran yang diinstruksikan langsung dari pusat. Program ini sudah berlangsung sejak tanggal 5 Juni dan dijadwalkan akan berakhir pada tanggal 25 Juni 2026 mendatang.
"Saat ini memang kami lagi menggelar diskon besar-besaran saja sampai tanggal 25 Juni. Nah, setelah itu nanti mungkin kita akan lihat kembali seperti apa kebijakan berikutnya dari pusat," tambahnya.
Toro menilai sangat wajar apabila muncul asumsi di kalangan warga yang mengira Puncak Manggar bakal gulung tikar. Hal itu dipicu oleh pengamatan pengunjung yang melihat banyaknya barang yang sudah dimasukkan ke dalam kardus pembungkus besar.
Ditambah lagi, besaran nilai diskon harian yang ditawarkan memang tergolong ekstrem, bahkan kemarin-kemarin sempat menyentuh angka 75 hingga 80 persen.
"Tapi antusiasme pengunjung selama periode diskon ini Alhamdulillah sangat bagus. Banyak warga yang datang, pertama mungkin karena ingin tahu isu itu, kedua memang mereka ingin menikmati barang dengan harga miring," ucapnya.
Terkait stok, Toro mengonfirmasi bahwasa pasokan untuk fashion, mainan anak, alas kaki, hingga pecah belah memang sudah dihentikan total dari pusat. Meski begitu, untuk kebutuhan pokok supermarket atau market harian, aliran barang masuk masih ada meskipun jumlahnya tidak sebanyak dulu.
"Bisa juga program ini diperpanjang atau seperti apa, kita belum tahu sebelum tanggal 25 Juni. Kita semua di sini masih menunggu kepastian intinya," katanya.
Saat ini, operasional Puncak Manggar disokong oleh 13 personel yang masih bertahan. Jumlah tersebut sudah mencakup seluruh lini penugasan, mulai dari jajaran manajer, pimpinan operasional, hingga para pramuniaga harian toko.
Untuk warga manggar, Puncak bukan sekadar toko swalayan biasa. Menurut kabar yang beredar, gedung ini merupakan pelopor ritel modern pertama yang berdiri di Kabupaten Belitung Timur sejak tahun 2005 silam.
Keberadaan Puncak Manggar telah menjadi bagian dari perkembangan ekonomi daerah selama ini.
Kini, nasib operasional sepenuhnya berada di tangan manajemen pusat. Warga Beltimhanya dapat menunggu, apakah Puncak akan bertahan atau bersiap pamit selamanya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)