TRIBUNBATAM.id, BATAM – Polemik proyek pembangunan batu miring dan jalan lingkar di Pulau Kasu, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang belakangan menjadi sorotan publik mendapat tanggapan dari kelurahan.
Lurah Pulau Kasu, Budi, menegaskan proyek itu merupakan pembangunan yang sudah lama dibutuhkan masyarakat dan saat ini manfaatnya sudah mulai dirasakan warga.
Menurut Budi, proyek yang sedang berjalan itu merupakan pembangunan jalan lingkar pesisir yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas sekaligus mempercantik kawasan pantai Pulau Kasu.
“Kalau proyek itu, memang dibutuhkan masyarakat. Sudah lama juga masyarakat mengharapkan pembangunan jalan lingkar tersebut,” ujar Budi saat dimintai tanggapan terkait polemik yang berkembang, Jumat (19/6/2026).
Baca juga: Proyek Batu Miring di Pulau Kasu Batam Tuai Sorotan, Warga Sebut Aspirasi yang Lama Diperjuangkan
Ia menilai keberadaan jalan lingkar dan batu miring nantinya berfungsi sebagai sarana transportasi warga, objek wisata.
Menurutnya, kawasan pesisir yang tertata akan menjadi daya tarik baru sekaligus memberikan ruang publik bagi masyarakat.
“Kalau menurut saya, itu menjadi akses masyarakat, desainnya juga bagus untuk kawasan wisata. Nantinya bisa menjadi daya tarik tersendiri dan membuat kawasan pantai lebih tertata,” katanya.
Ia menyebut saat ini sebagian warga bahkan sudah mulai memanfaatkan area tersebut untuk berolahraga maupun aktivitas rekreasi meski pembangunan belum sepenuhnya selesai.
“Sekarang saja sudah ada warga yang memanfaatkan untuk jogging dan berolahraga walaupun belum selesai sepenuhnya. Yang jelas manfaatnya sudah mulai dirasakan,” ujarnya.
Terkait sorotan mengenai dugaan persoalan administrasi proyek yang mencuat belakangan ini, Budi mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menilai aspek penganggaran maupun proses pengadaan.
Menurutnya, peran kelurahan lebih kepada melakukan pemantauan perkembangan pekerjaan di lapangan bersama perangkat masyarakat.
Baca juga: Warga Pulau Kasu Batam Sudah Lama Dambakan Proyek Batu Miring, Distributor Sebut Pembayaran Tuntas
“Kalau soal anggaran saya tidak memahami dan itu bukan ranah kelurahan. Kami fokus memantau perkembangan pekerjaan di lapangan bersama RT, RW dan tokoh masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan selama proses pembangunan berlangsung, pihak kelurahan belum menemukan kendala berarti yang menghambat pekerjaan.
“Kalau yang saya lihat sejauh ini belum ada kendala yang signifikan. Pekerjaan berjalan dan terus kami pantau perkembangannya,” katanya.
Saat ditanya mengenai tudingan adanya dugaan proyek yang berjalan sebelum administrasi pengadaan rampung atau yang disebut sebagian pihak sebagai “proyek siluman”, Budi memilih tidak memberikan komentar lebih jauh.
Ia mengaku tidak memiliki informasi terkait proses administrasi maupun mekanisme penganggaran proyek tersebut.
“Kalau soal itu saya tidak mengerti. Saya tidak bisa berkomentar mengenai anggaran atau administrasi proyek karena itu bukan kewenangan kami,” ujarnya.
Di tengah polemik yang sempat memicu aksi protes dan perdebatan di masyarakat, Budi mengatakan kondisi di Pulau Kasu saat ini berangsur kondusif.
Menurutnya, sebagian besar warga berharap pembangunan dapat terus berjalan dan segera selesai agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal.
Baca juga: Empat Fakta Massa Pulau Kasu dan Hinterland Batam Datangi Kantor LIRA Kepri Cari Yusril Koto
“Kalau saya lihat sekarang situasinya sudah mulai reda. Masyarakat sebenarnya ingin suasana tenang dan pembangunan tetap berjalan,” katanya.
Budi menambahkan, warga lebih fokus menantikan selesainya proyek tersebut karena dinilai akan memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga pengembangan wisata di Pulau Kasu.
“Masyarakat ingin pembangunan ini selesai. Karena pada akhirnya fasilitas itu akan digunakan oleh masyarakat juga dan manfaatnya bisa dirasakan bersama,” tutupnya. (TribunBatam.id/Bereslumbantobing)