Doa Kesembuhan dari Rasulullah dan Nabi Ayyub Lengkap Arab, Latin, Artinya
M Zulkodri June 19, 2026 08:03 PM

 

BANGKAPOSCOM--Dalam ajaran Islam, sakit bukan hanya dipandang sebagai musibah, tetapi juga menjadi ujian sekaligus sarana penghapus dosa bagi seorang hamba yang bersabar.

Ketika menghadapi penyakit, umat Muslim dianjurkan untuk berikhtiar melalui pengobatan dan memperbanyak doa memohon kesembuhan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW mengajarkan sejumlah doa yang dapat diamalkan saat sakit, baik untuk diri sendiri maupun ketika mendoakan orang lain.

Selain itu, terdapat pula doa Nabi Ayyub AS yang terkenal sebagai doa memohon kesembuhan dari penyakit dan kesulitan.

Berikut beberapa doa kesembuhan lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya.

Doa Kesembuhan yang Dibaca Rasulullah SAW

Doa ini termasuk doa yang sering dibaca Rasulullah SAW saat menjenguk orang sakit.

Tulisan Arab:

اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Latin:

Allahumma rabbannāsi adzhibil ba’sa isyfi anta asy-syāfī, lā syifā’a illā syifā’uka, syifā’an lā yugādiru saqaman.

Artinya:

"Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah. Engkau adalah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit."

Doa ini mengandung pengakuan bahwa hanya Allah SWT yang memiliki kuasa penuh untuk mengangkat penyakit dan memberikan kesembuhan yang sempurna.

Doa Nabi Ayyub AS untuk Kesembuhan

Nabi Ayyub AS dikenal sebagai sosok yang diuji dengan penyakit berat dalam waktu yang sangat lama. Namun beliau tetap bersabar dan terus berdoa kepada Allah SWT.

Doa beliau diabadikan dalam Al-Qur'an Surah Al-Anbiya ayat 83.

Tulisan Arab:

رَبِّ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Latin:

Rabbi annī massaniyadh dhurru wa anta arhamur rāhimīn.

Artinya:

"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang."

Doa ini sering diamalkan umat Muslim saat menghadapi sakit, kesulitan hidup, maupun ujian yang terasa berat.

Doa Selamat dan Memohon Kesehatan

Selain doa kesembuhan, umat Islam juga dianjurkan memohon keselamatan, kesehatan, dan keberkahan hidup.

Tulisan Arab:

اللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّينِ وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ

Latin:

Allahumma innā nas’aluka salāmatan fid-dīn, wa ‘āfiyatan fil jasad, wa ziyādatan fil ‘ilm, wa barakatan fir rizq, wa taubatan qablal maut, wa rahmatan ‘indal maut, wa maghfiratan ba‘dal maut.

Artinya:

"Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum maut, rahmat saat maut, dan ampunan setelah maut."

Doa Tauhid Penolak Bala

Dzikir ini dianjurkan untuk memperkuat keimanan sekaligus memohon perlindungan dari berbagai musibah.

Tulisan Arab:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin:

Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamd, yuhyī wa yumīt, wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.

Artinya:

"Tidak ada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Doa Berlindung dari Bala dan Musibah

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa untuk memohon perlindungan dari berbagai bencana dan kesengsaraan.

Tulisan Arab:

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

Latin:

Allahumma innī a‘ūdzu bika min jahdil balā’, wa darakis syaqā’, wa sū’il qadā’, wa syamātatil a‘dā’.

Artinya:

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya bencana, kesengsaraan, buruknya takdir, dan kegembiraan musuh-musuh."

(HR Bukhari dan Muslim)

Adab Berdoa Agar Cepat Dikabulkan

Dalam Islam, terdapat beberapa adab yang dianjurkan saat berdoa agar lebih khusyuk dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tata Cara Berdoa

  • Menghadap kiblat.
  • Membaca hamdalah dan memuji Allah SWT.
  • Memperbanyak istighfar.
  • Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Berdoa dengan suara lembut dan penuh kekhusyukan.
  • Yakin bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa yang terbaik bagi hamba-Nya.

Waktu Mustajab untuk Berdoa

Beberapa waktu yang diyakini memiliki keutamaan untuk berdoa antara lain:

  • Antara azan dan iqamah.
  • Sepertiga malam terakhir.
  • Hari Jumat.
  • Setelah salat fardu.
  • Saat hujan turun.
  • Ketika khatam Al-Qur'an.

Tempat Mustajab Berdoa

  • Masjidil Haram.
  • Masjid Nabawi.
  • Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
  • Masjid serta mushala.

Dengan memperbanyak doa, ikhtiar, dan kesabaran, seorang Muslim diharapkan mampu menghadapi ujian penyakit dengan hati yang tenang serta keyakinan penuh kepada Allah SWT.

Doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW dan para nabi menjadi pengingat bahwa kesembuhan sejati hanya datang dari Allah, Sang Maha Penyembuh.

Semoga Allah SWT mengangkat segala penyakit, memberikan kesehatan, dan melimpahkan keberkahan kepada seluruh umat Islam. Aamiin ya Rabbal 'alamin.(*)

(Bangkapos.com/Zulkodri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.