Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Sales Branch Manager Lampung II Fuel Pertamina Patra Niaga, Reiner Bontong, memastikan Pertamina belum memberlakukan pembatasan pembelian Pertalite kendati ada lonjakan permintaan dari masyarakat.
Baca juga: Stok Pertalite Cepat Habis di Lampung Tengah, Warga Keluhkan Sulitnya BBM Subsidi
Ia memastikan proses distribusi ke masyarakat tetap berjalan normal dan kondisi stok dalam kategori aman.
"Sejauh ini tidak ada pembatasan pembelian. Untuk penyesuaian harga tentunya kami mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat. Kemudian untuk penyesuaian harga selanjutnya juga akan mengikuti arahan dari pusat," tambahkan Reiner.
PT Pertamina Patra Niaga mencatat adanya lonjakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Provinsi Lampung menyusul penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax.
Reiner Bontong mengatakan kenaikan konsumsi Pertalite di Lampung mencapai 10 persen sejak kenaikan harga Pertamax.
Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan antisipasi kelangkaan dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi terpenuhi.
Menurut Reiner, Pertamina Patra Niaga telah bergerak cepat dengan menambah pasokan Pertalite sebesar 100 hingga 200 kiloliter per hari.
"Untuk konsumsi Pertalite sendiri kami bandingkan dengan sebelum harga naik. Sejak tanggal 10 Juni, memang ada peningkatan sekitar 10 persen," ujar Reiner, Jumat (19/6/2026).
Reiner menegaskan, peningkatan konsumsi ini sudah diantisipasi secara matang melalui penambahan suplai ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Lampung.
Langkah ini diambil agar tidak terjadi kekosongan stok di lapangan.
"Untuk penyaluran, kami sudah menambahkan sekitar 100 sampai dengan 200 kiloliter per hari untuk mengantisipasi kenaikan permintaan Pertalite di SPBU Provinsi Lampung," jelasnya.
Langkah antisipasi penambahan pasokan ini bukan yang pertama kali dilakukan Pertamina.
Sebelumnya, Pertamina juga telah menambah pasokan BBM bersubsidi jenis Biosolar sebesar 200-300 kiloliter per hari.
Langkah tersebut diambil guna mengurai dan mengantisipasi antrean panjang kendaraan yang sempat terjadi di sejumlah SPBU di Lampung.
Melalui penebalan stok untuk dua jenis BBM tersebut, lanjut Reiner, Pertamina berharap seluruh kebutuhan energi masyarakat Lampung dapat terlayani dengan baik dan jalur distribusi di lapangan tetap berjalan lancar tanpa hambatan.
( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )