TRIBUNGORONTALO.COM-- Pengamanan superketat diterapkan pada pelaksanaan pembukaan Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan XVII Tahun 2026 di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) David-Tonny, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Sabtu (20/6/2026) pagi
Setiap tamu dan peserta penas yang masuk akan diperiksa ketat. Hal ini dilakukan karena pembukaan Penas Petani Nelayan akan dilakukan wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka pada Sabtu
Barang-barang kecil seperti korek api pun tidak diperkenankan lolos melewati pemeriksaan petugas.
Pantauan Tribun Gorontalo sejak pagi hari, setiap tamu undangan, peserta hingga petugas yang akan memasuki area utama wajib melalui pemeriksaan berlapis.
Setidaknya tiga alat pendeteksi logam atau walkthrough metal detector dipasang di pintu masuk kawasan acara.
Tapi sebelum itu tepat di pagar ada beberapa petugas yang memeriksaan kelengkapan awal. Jika lolos maka bisa terus ke pemeriksaan ke dua.
Di bawah tenda, petugas gabungan tampak bersiaga tanpa henti memeriksa setiap orang yang datang. Tidak ada pengecualian.
Satu per satu tamu diminta memperlihatkan identitas, membuka tas dan menunjukkan kartu tanda pengenal atau ID card resmi yang telah diterbitkan panitia.
Bahkan, beberapa orang yang membawa tas berukuran kecil tetap diperiksa secara detail. Suasana di pintu masuk tampak padat sejak pukul 07.00 Wita.
Antrean terjadi beberapa meter. Peserta dari berbagai daerah tampak sabar menunggu giliran.
Sementara petugas keamanan sesekali mengarahkan tamu agar tidak berdesakan.
Amatan Wartawan TribunGorontalo.com, petugas terlihat sangat tegas. Mereka berkali-kali mengingatkan agar masyarakat dan tamu undangan menyiapkan identitas sebelum mendekati area pemeriksaan.
"Siapkan ID card terlebih dahulu," kata salah satu petugas kepada para tamu yang sedang mengantre.
Tak hanya itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap barang bawaan. Beberapa tas dibuka untuk memastikan tidak ada barang yang dilarang masuk ke dalam kawasan kegiatan.
Bahkan, korek api yang ditemukan di dalam tas pengunjung diminta untuk ditinggalkan sebelum melanjutkan perjalanan menuju area utama. Apalagi peserta yang masih merokok diminta dimatikan.
Pengamanan ketat ini diterapkan karena pembukaan Penas XVII dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.
Sejumlah lapis pengamanan pun diterapkan demi menjaga kelancaran kegiatan nasional tersebut.
Ketatnya pengamanan juga membuat banyak orang yang sudah berada di sekitar lokasi tidak bisa masuk ke area utama.
Petugas dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang harus menelan kekecewaan. Meski datang untuk mengikuti momentum nasional tersebut, mereka tidak diperkenankan masuk karena tidak membawa ID card resmi.
Petugas tetap meminta mereka keluar dari jalur pemeriksaan. Mereka hanya bisa menyaksikan keramaian dari luar pagar pengamanan.
Kondisi serupa juga dialami sejumlah tamu undangan lainnya. Beberapa orang tampak berdiskusi dengan petugas sambil menunjukkan telepon genggam dan dokumen undangan.
Namun, petugas tetap bersikeras bahwa undangan saja tidak cukup untuk mengakses area tertentu. ID card menjadi syarat utama yang wajib dimiliki.
Pemandangan tersebut memperlihatkan bagaimana standar pengamanan pada pembukaan Penas XVII benar-benar diperketat.
Tidak ada ruang kompromi bagi siapa pun yang tidak memenuhi persyaratan.
Di sisi lain, suasana di sekitar pintu masuk tetap ramai.Peserta dari berbagai daerah terus berdatangan dengan mengenakan atribut masing-masing.
Sebagian besar terlihat menggunakan seragam berwarna biru muda bermotif khas. Mereka membawa tas, topi dan perlengkapan pribadi sambil berjalan menuju lokasi acara.
Di bawah rindangnya pepohonan yang menaungi kawasan GOR David-Tonny, aktivitas pemeriksaan berlangsung tanpa henti.
Petugas perempuan dan laki-laki tampak berbagi tugas. Ada yang memeriksa identitas, ada yang mengawasi barang bawaan, dan ada pula yang mengarahkan arus peserta agar tetap tertib.
Sinar matahari pagi yang menembus sela-sela pepohonan membuat suasana di pintu masuk terlihat semakin hidup.
Meski demikian, tidak sedikit peserta yang mengaku membutuhkan waktu lebih lama untuk masuk ke area kegiatan karena proses pemeriksaan yang detail.
Pengamanan ketat tersebut menjadi konsekuensi dari besarnya skala kegiatan nasional yang dipusatkan di Gorontalo.
Penas XVII sendiri menjadi ajang pertemuan petani, nelayan, penyuluh pertanian dan pelaku usaha pertanian dari seluruh Indonesia.
Selama beberapa hari pelaksanaan, berbagai agenda telah disiapkan mulai dari pameran teknologi pertanian, temu wicara, promosi produk unggulan daerah hingga kunjungan lapangan.
Gorontalo Tuan Rumah Penas
Kegiatan Penas Petani Nelayan dipusatkan di Gelanggan Olahraga David Tonny, Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo Provinsi pada 20-25 Juni 2026.
Kegiatan dibuka Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka pada Sabtu pukul 10.00 pagi ini.
Penas Petani nelayan ini diikuti hampir 15 ribu petani nelayan seluruh Indonesia.
Penas Petani Nelayan merupakan ajang pertemuan nasional petani, nelayan, penyuluh pertanian dan pelaku usaha dari seluruh Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi wadah pertukaran pengetahuan, teknologi, inovasi serta penguatan kolaborasi sektor pertanian nasional.
Berbagai agenda telah disiapkan selama pelaksanaan kegiatan, mulai dari pameran, temu wicara, gelar teknologi pertanian, promosi produk unggulan hingga kunjungan lapangan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady D Mario, mengatakan berbagai fasilitas utama, kawasan pameran dan gelar teknologi pertanian telah disiapkan untuk menyambut ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Salah satu daya tarik kegiatan ini yakni gelar teknologi pertanian yang menampilkan berbagai inovasi modern, mulai dari drone pertanian, alat dan mesin pertanian, hingga varietas tanaman unggulan.
Selain itu, terdapat pula pameran pembangunan yang diikuti kementerian, pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta dan pelaku UMKM dari berbagai daerah.
Kawasan pameran dibuka untuk masyarakat mulai pukul 09.00 hingga 22.00 Wita. Warga yang datang tidak akan dipungut biaya alias gratis. (***/Jefri)