TRIBUNKALTENG.COM, LAMANDAU - Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra, mengimbau para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi diri sendiri maupun pekerjanya melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Imbauan itu disampaikan saat kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan UMKM yang digelar di Nanga Bulik, Jumat (19/6/2026).
Menurut Rizky, perlindungan ketenagakerjaan menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan oleh pelaku usaha karena setiap aktivitas kerja memiliki risiko yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
"Program BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi para pekerja maupun pelaku usaha. Dengan begitu, mereka bisa menjalankan usaha dengan lebih tenang dan produktif," ujar Rizky.
Ia mengatakan, keberlangsungan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksi dan pemasaran, tetapi juga kesiapan dalam mengelola berbagai risiko yang mungkin muncul selama menjalankan usaha.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja.
Rizky menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi langkah strategis untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lamandau, Hendroplin, menjelaskan masih banyak pelaku usaha kecil yang belum memahami manfaat perlindungan ketenagakerjaan.
"Padahal, risiko seperti kecelakaan kerja, kematian, maupun kebutuhan jaminan hari tua dapat terjadi kapan saja dan berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha." Ucapnya.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai program BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), hingga Jaminan Pensiun (JP)
Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi terkait pengelolaan risiko finansial dan pentingnya perlindungan sosial sebagai bagian dari pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 pelaku UMKM itu menghadirkan narasumber dari BPJS Ketenagakerjaan, Bank Kalteng, dan BRI.