TRIBUNNEWS.COM - Aturan baru mengenai larangan menutupi mulut saat berkonfrontasi dengan lawan akhirnya memakan korban di Piala Dunia 2026. Bintang Timnas Paraguay, Miguel Almiron, menjadi pemain pertama yang menerima kartu merah akibat melanggar regulasi tersebut saat menghadapi Turki pada laga Grup D di San Francisco, Sabtu (20/6/2026) pagi WIB.
Insiden terjadi menjelang berakhirnya babak pertama ketika Almiron terlibat adu argumen dengan salah satu pemain Turki.
Dalam tayangan ulang Video Assistant Referee (VAR), pemain berusia 32 tahun itu terlihat menutupi mulutnya saat berbicara kepada lawannya.
Setelah melakukan peninjauan melalui VAR, wasit memutuskan memberikan kartu merah langsung kepada Almiron.
Tindakan tersebut dinilai melanggar regulasi baru yang mulai diberlakukan pada Piala Dunia 2026.
Aturan larangan menutupi mulut merupakan satu dari enam regulasi baru yang diterapkan pada turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Sementara itu, Dosen S1 PJKR FKOR UNS sekaligus Kepala Bidang Binpres ESI Surakarta, Putri Indah Nazareta, menilai penerapan format dan regulasi baru akan membuat persaingan di Piala Dunia 2026 semakin menarik.
"Menurut saya, Piala Dunia 2026 menarik karena mempertemukan lebih banyak negara dalam format baru. Namun, kualitas kompetisi tetap akan ditentukan oleh kemampuan setiap tim dalam beradaptasi dengan tekanan turnamen," ujar Putri Indah Nazareta kepada Tribunnews.
Seluruh perubahan disusun oleh International Football Association Board (IFAB) dengan tujuan meningkatkan tempo permainan, memperkuat transparansi, serta mengurangi praktik mengulur waktu, seperti yang dilaporkan Sportbible.
Dalam regulasi tersebut, tindakan menutupi mulut saat berbicara dengan lawan dapat dianggap sebagai upaya menyembunyikan ucapan yang bersifat provokatif atau diskriminatif.
Dalam kondisi tertentu, pelanggaran itu dapat berujung pada sanksi disiplin hingga kartu merah.
Penerapan aturan ini muncul beberapa bulan setelah pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dijatuhi hukuman larangan bermain enam pertandingan oleh UEFA akibat tindakan yang dinilai mengandung unsur homofobik terhadap Vinicius Junior pada laga Liga Champions.
Baca juga: Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Der Panzer Incar Tiket ke 32 Besar
Selain aturan larangan menutupi mulut, Piala Dunia 2026 juga menerapkan sejumlah perubahan regulasi lainnya.
Pemain yang diganti kini wajib meninggalkan lapangan dalam waktu maksimal 10 detik. Apabila melebihi batas tersebut, pemain pengganti harus menunggu selama satu menit sebelum diperbolehkan masuk ke lapangan.
Wasit juga menerapkan hitungan mundur lima detik untuk pelaksanaan lemparan ke dalam dan tendangan gawang.
Jika lemparan ke dalam tidak dilakukan sebelum hitungan selesai, penguasaan bola akan diberikan kepada lawan. Sementara keterlambatan dalam melakukan tendangan gawang akan berbuah tendangan sudut bagi tim lawan.
Perubahan lainnya mengatur pemain yang mendapat perawatan medis di lapangan.
Dalam situasi normal, pemain tersebut harus menunggu selama 60 detik di luar lapangan sebelum diizinkan kembali bermain, kecuali pada kondisi tertentu yang mendapat pengecualian.
Di sisi teknologi, kewenangan VAR juga diperluas.
Kini VAR dapat membatalkan kartu kuning kedua yang diberikan secara keliru, mengoreksi keputusan tendangan sudut yang salah, serta mengintervensi pelanggaran yang terjadi sebelum bola kembali dimainkan dalam situasi bola mati.
Enam aturan baru di Piala Dunia 2026:
(Tribunnews.com/Ali)