Setelah perjanjian damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) disepakati, kapal-kapal masih menunggu izin untuk melintasi Selat Hormuz, Sabtu (20/6).
Bahkan, ketika kapal-kapal komersial lainnya mulai dengan hati-hati melintasi jalur alternatif.
Ratusan kapal terlihat masih mengantre untuk dapat melintasi jalur strategis tersebut.
Beberapa kapal tanker yang terkait dengan Iran juga dilaporkan memulai kembali operasinya, mengaktifkan kembali sistem pelacakan setelah berbulan-bulan mengalami pemadaman.
Menurut Asosiasi Internasional Pemilik Kapal Tanker Independen (Intertanko), risiko-risiko, termasuk ranjau, gangguan GPS, dan terbatasnya rute aman, belum sepenuhnya teratasi.