Trump Ungkap Operasi Rahasia AS Pindahkan 87 Tanker Minyak Lewat Hormuz, Kapal Perusak Dikerahkan
Dedhi Ajib Ramadhani June 20, 2026 06:11 PM

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa militer AS melakukan operasi rahasia.

Yaitu dengan memindahkan sedikitnya 87 kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz pada malam hari (20/6/2026).

Trump menyebut operasi tersebut dilakukan secara senyap dengan mematikan seluruh lampu kapal agar tidak terdeteksi oleh pihak lawan.

Ia juga menambahkan bahwa kapal-kapal perusak milik Angkatan Laut AS dikerahkan untuk mengawal jalannya operasi tersebut.

"Kami akan berangkat pukul 1 pagi, semua lampu dimatikan, dan kapal perusak angkatan laut kami akan merapat," ujar Trump dalam wawancara dengan Axios yang ditayangkan Jumat (20/6/2026).

Menurut Trump, operasi itu bisa berjalan karena militer AS sebelumnya telah melumpuhkan radar serta sistem pertahanan Iran pada tahap awal konflik.

Ia menilai kondisi tersebut membuat Iran tidak menyadari pergerakan armada tanker yang melintas di kawasan strategis tersebut.

Trump juga mengklaim selama lebih dari satu bulan tidak ada pihak yang mengetahui secara pasti asal distribusi minyak yang melintasi Selat Hormuz.

Selain itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut operasi yang disebut “Proyek Freedom” telah berhasil mengawal sekitar 125 juta barel minyak melalui jalur tersebut.

Dalam kesempatan berbeda, Trump kembali menegaskan bahwa pergerakan kapal di Selat Hormuz berlangsung sangat masif dan belum pernah terjadi sebelumnya.

"Jumlahnya sekitar 700, dan semuanya tumpah. Minyak berceceran di mana-mana," kata Trump.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.