Soal Sabotase, Produsen Minyakita Berbau Minyak Tanah di Wonogiri Nilai Kemungkinannya Kecil
Ryantono Puji Santoso June 20, 2026 06:28 PM

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI – Produsen Minyakita, PT Kusuma Mukti Remaja (KMR) Karanganyar, buka suara soal adanya potensi sabotase Minyakita berbau minyak tanah di Wonogiri.

Direktur PT KMR Joko Mukti Wijaya menjelaskan, terkait dugaan adanya unsur kesengajaan atau sabotase, dia menilai kemungkinan tersebut sangat kecil.

Pasalnya, proses produksi Minyakita berlangsung dalam sistem yang tertutup dan diawasi secara ketat.

Dia juga menegaskan jumlah Minyakita yang didistribusikan ke Kismantoro hanya sebagian kecil dari total produksi perusahaan.

Selama periode Maret–Juni 2026, PT KMR memproduksi sekitar 3.000 ton Minyakita yang seluruhnya dialokasikan untuk program bantuan pangan melalui Bulog.

"Selama periode Maret–Juni ini, kami hanya memproduksi untuk Bulog. Tidak ada yang dijual (dijual bebas)," terangnya.

Joko menambahkan, pihaknya menjadikan temuan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pengawasan dan kualitas produk.

TAK STABIL - Stok Minyakita di Pasar Gedhe, Kabupaten Klaten, Jumat (19/6/2026). Stok minyak goreng subsidi Minyakita di Pasar Gedhe Klaten mengalami pasokan yang tidak stabil.
TAK STABIL - Stok Minyakita di Pasar Gedhe, Kabupaten Klaten, Jumat (19/6/2026). Stok minyak goreng subsidi Minyakita di Pasar Gedhe Klaten mengalami pasokan yang tidak stabil. (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

Masih Selidiki

Produsen Minyakita, PT Kusuma Mukti Remaja (KMR) Karanganyar, menyelidiki penyebab bau menyerupai minyak tanah pada minyak goreng bantuan pangan yang didistribusikan di Kecamatan Kismantoro, Wonogiri.

Investigasi dilakukan bersama Perum Bulog Surakarta setelah adanya laporan warga terkait aroma tidak biasa pada Minyakita yang diterima melalui program bantuan pangan pemerintah.

Direktur PT KMR Joko Mukti Wijaya menjelaskan, seluruh Minyakita bantuan pangan yang beredar di Kecamatan Kismantoro langsung ditarik mulai Kamis (18/6/2026).

Sebagai gantinya, produsen dan Bulog mendistribusikan minyak goreng baru kepada masyarakat penerima bantuan pangan itu.

Baca juga: Produsen Minyakita Berbau Minyak Tanah di Wonogiri Buka Suara, Selidiki Penyebabnya

Joko menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.

"Kami meminta maaf, merespons sebaik mungkin dan secepat mungkin. Semua diganti secepatnya, agar masyarakat segera mendapatkan hak-haknya," katanya, Jumat (19/6/2026).

Menurut dia, hingga kini penyebab munculnya bau pada minyak goreng tersebut masih belum diketahui secara pasti. Berbagai kemungkinan masih didalami melalui proses investigasi.

"Ada berbagai kemungkinan, akan kami investigasi dulu," imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.