Samo Rafael dan Shanna Shannon Hidupkan Romansa Basil-Elma dalam Film ‘Dan Bandung’
Kemal Setia Permana June 20, 2026 08:11 PM

Laporan Wartawan Tribun  Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Kisah cinta remaja yang lahir dari novel karya Pidi Baiq, Dan Bandung, segera hadir di layar lebar pada 20 Agustus 2026 mendatang.

Film produksi Verona Pictures itu mempertemukan dua talenta muda, Samo Rafael dan Shanna Shannon, sebagai pemeran utama yang menghidupkan karakter Basil dan Elma.

Shanna Shannon mengaku langsung merasa antusias ketika mendapat kabar dirinya dipercaya memerankan Elma. 

Namun di saat yang sama, rasa gugup juga tak bisa dihindari karena ini menjadi film layar lebar pertamanya.

“Senang banget pas dikasih tahu bakal memerankan karakter Elma karena ini juga film pertama aku. Jadi walaupun excited, tetap deg-degan banget. Aku cuma mencoba kerja keras selama masa simulasi dan semoga hasilnya memuaskan,” ujar Shanna saat ditemui di Gulapadi, Jalan Asia Afrika, Jumat (19/6/2026).

Karakter Elma digambarkan sebagai sosok introvert, pemalu, dan lebih banyak tenggelam dalam dunianya sendiri. 

Karakter tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Shanna karena harus menyelami berbagai konflik emosional yang dialami Elma sepanjang cerita.

Baca juga: Novel Pidi Baiq “Dan Bandung” Diangkat ke Layar Lebar, Hadirkan Romansa Remaja

Beruntung, sebelum proses syuting dimulai, para pemain menjalani masa simulasi selama lebih dari satu bulan. Masa itu menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi Shanna.


“Sebelum shooting kami ada simulasi lebih dari sebulan. Di situ aku sangat di-guide sama Om Rudi, Kak Samo, dan pemain lainnya. Aku bersyukur banget karena benar-benar dibimbing,” katanya.

Sementara itu, Samo Rafael yang memerankan Basil mengaku langsung menerima tawaran bermain dalam film tersebut ketika dihubungi oleh tim produksi. 

Selain karena tertarik pada cerita yang diangkat, ia juga tidak ingin melewatkan kesempatan bekerja bersama sutradara Rudi Soedjarwo.

Menurut Samo, keterlibatan dalam film ini memiliki makna khusus karena ia merupakan penggemar karya-karya Rudi sejak lama.

“Begitu ditawarin, aku langsung bilang harus ambil,” kata Samo.

Bahkan, salah satu film favoritnya sejak kecil adalah Mengejar Matahari, karya Rudi Soedjarwo yang ia tonton berulang kali saat tumbuh dewasa.

“Aku memang ngefans banget sama Om Rudi. Jadi ketika ditawarin film ini, otomatis langsung ambil,” ujarnya.

Meski demikian, Samo mengakui ada beban tersendiri yang menyertai proyek tersebut. Apalagi film ini berasal dari karya Pidi Baiq yang sebelumnya sukses besar lewat fenomena Dilan.

“Bebannya lumayan berat karena orang pasti membandingkan dengan karya sebelumnya. Ada saja bisikan kiri kanan yang bilang, ‘Gimana nih, bisa kayak Dilan nggak?’ Padahal Basil itu karakter yang berbeda,” katanya.

Baca juga: Listrik Mati Beberapa Jam Ganggu Bisnis Laundry di Kota Bandung, Pesanan Terlambat Selesai

Namun justru di situlah letak keunikan proses kreatif yang ia rasakan selama syuting. Menurut Samo, film ini tidak hanya menerjemahkan novel ke layar lebar, tetapi juga memberi ruang bagi para pemain untuk ikut membangun karakter dan adegan.

“Kami memang berangkat dari novel, tapi banyak adegan yang diciptakan bersama Ayah Pidi dan Om Rudi. Itu yang seru, karena kami merasa ikut terlibat membangun cerita,” ujarnya.

Ia juga memuji cara kerja Rudi Soedjarwo yang selalu melibatkan para aktor dalam proses penciptaan adegan.

“Om Rudi sangat memanusiakan aktor. Beliau selalu bertanya, ‘Menurut kamu gimana?’ atau ‘Adegan ini enaknya seperti apa?’. Jadi kami dituntut memahami penulis, memahami pesan cerita, bahkan berpikir seperti sutradara juga,” katanya.

Di dalam film, hubungan Basil dan Elma menjadi salah satu poros utama cerita. Meski dibalut nuansa romantis, keduanya menilai kisah yang disajikan jauh lebih dalam daripada sekadar percintaan remaja.

Bagi Samo, kata yang paling tepat untuk menggambarkan film ini bukan hanya “romantis”, melainkan “dalam”.

“‘Dan Bandung’ banyak dibicarakan sebagai cerita romantis. Tapi sebenarnya film ini dalam. Bukan cuma soal hubungan Basil dan Elma, tapi juga tentang keluarga, masa depan, harapan, dan kehidupan masing-masing karakter,” ujarnya.

Baca juga: Marc Klok Wakili Persib dan Indonesia, Terpilih Undangan FIFA Player Executive Programme 2026

Bagi Samo, Bandung menghadirkan kenangan yang lebih personal. Ia mengaku pernah memiliki banyak momen berkesan di kota tersebut, termasuk saat sering mengantar mantan kekasihnya yang berkuliah di Institut Teknologi Bandung.

“Dulu aku sering nganter mantan yang kuliah di ITB. Jadi ketika balik ke sini untuk shooting film romance, ada banyak memori yang muncul lagi,” katanya sambil tertawa.

Namun lebih dari sekadar nostalgia, Bandung baginya adalah kota yang memberikan ketenangan.

“Bandung itu lembut, datang ke sini terasa lembut, pergi dari sini juga lembut. Nggak banyak hal yang mengejutkan, tapi banyak hal yang menenangkan dan membuat kita grounding,” ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.