SURYA.co.id – BPJS Kesehatan kembali membuka lowongan Pegawai Administrasi Tidak Tetap (PATT) Tahap 2 Tahun 2026.
Selain menjadi peluang bagi lulusan D3 dari semua jurusan, besaran gaji dan tunjangan yang ditawarkan juga menjadi perhatian para pencari kerja.
Dikutip dari akun Instagram resmi BPJS Kesehatan, @bpjskesehatan_ri, rekrutmen PATT Tahap 2 dibuka mulai 10 hingga 23 Juni 2026.
Pegawai yang lolos seleksi nantinya akan bertugas mendukung kegiatan operasional dan administrasi sesuai kebutuhan unit kerja penempatan di berbagai wilayah Indonesia.
Salah satu informasi yang paling banyak dicari pelamar adalah besaran penghasilan yang diterima pegawai kontrak BPJS Kesehatan.
Berdasarkan informasi yang beredar, Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau Pegawai Administrasi Tidak Tetap (PATT) BPJS Kesehatan menerima gaji pokok sekitar Rp3 juta per bulan.
Nominal tersebut dapat bertambah melalui berbagai tunjangan dan bonus yang diberikan perusahaan.
Jika seluruh komponen penghasilan dihitung, pegawai kontrak BPJS Kesehatan berpotensi memperoleh pendapatan lebih dari Rp5 juta per bulan.
Besaran tersebut dinilai cukup kompetitif untuk posisi administrasi yang terbuka bagi lulusan D3 dari berbagai disiplin ilmu.
Selain itu, terdapat estimasi penghasilan pada sejumlah posisi di lingkungan BPJS Kesehatan, antara lain:
Claim Analyst Staff: Rp2.500.000
Finance: Rp8.000.000
Keuangan: Rp10.000.000
Manager: Rp16.500.000
Relationship Officer: Rp10.000.000
Senior Manager: Rp28.500.000
Staff: Rp6.300.000
Staff IT: Rp2.500.000
Staff Keuangan: Rp4.000.000
Staff Marketing: Rp8.000.000
Meski demikian, nominal tersebut bersifat estimasi dan dapat berbeda sesuai jabatan, lokasi kerja, serta kebijakan internal perusahaan.
Baca juga: Daftar Gaji Pegawai Kopdes Merah Putih 2026, Mulai Dari Pengurus hingga Ketua Koperasi
Selain gaji pokok, PATT BPJS Kesehatan juga memperoleh sejumlah fasilitas dan tunjangan yang dapat meningkatkan total pendapatan bulanan.
Beberapa tunjangan yang diberikan meliputi:
Kehadiran berbagai tunjangan tersebut membuat posisi pegawai administrasi kontrak BPJS Kesehatan tetap diminati, terutama oleh lulusan baru yang ingin memperoleh pengalaman kerja di sektor pelayanan publik.
Dikutip dari unggahan resmi BPJS, berikut kualifikasi umum yang harus dipenuhi pelamar Rekrutmen PATT Tahap 2 Tahun 2026:
Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kerja BPJS Kesehatan, termasuk tingkat kabupaten/kota.
Terdapat kualifikasi khusus bagi pelamar di Provinsi Aceh, khususnya Kantor Cabang Banda Aceh, Langsa, dan Lhokseumawe. BPJS Kesehatan mengutamakan pelamar yang memiliki KTP Aceh.
Sementara itu, pelamar untuk wilayah Papua diutamakan Orang Asli Papua (OAP) dengan ketentuan:
Pelamar wajib menyiapkan sejumlah dokumen sebagai syarat pendaftaran, yakni:
Khusus pelamar Orang Asli Papua, wajib melampirkan Surat Keterangan Orang Asli Papua yang diterbitkan oleh Majelis Rakyat Papua (MRP) atau kelurahan setempat.
Tautan dokumen kemudian dicantumkan pada formulir pendaftaran dan harus dapat diakses oleh panitia seleksi.
BPJS Kesehatan juga mengingatkan pelamar agar memastikan seluruh data yang diisi sesuai dengan dokumen pendukung dan dapat diverifikasi.
Informasi tahapan seleksi hanya akan dikirim melalui email resmi BPJS Kesehatan dengan domain @bpjs-kesehatan.go.id atau @talentics.id.
Meskipun berstatus sebagai pegawai kontrak, PATT BPJS Kesehatan tetap memiliki kesempatan mengembangkan karier melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan kompetensi.
Pegawai yang menunjukkan kinerja baik berpeluang memperoleh jenjang karier yang lebih tinggi. Karena itu, posisi ini tidak hanya menawarkan penghasilan yang kompetitif, tetapi juga pengalaman kerja yang bernilai di lingkungan pelayanan publik nasional.
Besaran gaji pokok sekitar Rp3 juta memang tidak jauh berbeda dengan banyak posisi administrasi tingkat pemula di Indonesia.
Namun, nilai tambah posisi PATT BPJS Kesehatan terletak pada kombinasi tunjangan, pengalaman kerja di lembaga publik berskala nasional, serta peluang pengembangan karier.
Bagi lulusan baru D3 yang belum memiliki pengalaman kerja, penghasilan total yang berpotensi melebihi Rp5 juta per bulan tergolong cukup menarik.
Selain itu, pengalaman bekerja di BPJS Kesehatan dapat menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing saat melamar pekerjaan lain di masa mendatang.