KEBAKARAN Hebat di Medan Johor, Pabrik Mainan dan Plastik Hangus, Warga Panik: Lari, Lari
Tommy Simatupang June 21, 2026 12:10 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Kebakaran hebat melanda pabrik plastik dan mainan di Medan Johor, Sabtu (20/6/2026) malam. 

Peristiwa kebakaran ini menimbulkan perhatian dari masyarakat. 

Sebab, api besar tamapk besar timbul. 

Api terus berkobar melalap seisi pabrik yang berada di gang sempit.

Pantauan di lokasi, api semakin membesar meski terus disiram air oleh pemadam kebakaran.

Begitu juga dengan asap hitam membumbung tinggi ke langit.

Suara dentuman berulang kali terdengar dari dalam pabrik.

Petugas pemadam kebakaran terus berusaha memadamkan api yang kian menyala.

Masyarakat pun terus berdatangan, berkerumun di lokasi kejadian yang berada di jalan sekitar 3 meter.

Menurut keterangan warga sekitar, api mulai berkobar sekitar pukul 20:35 WIB tadi hingga saat ini.

"Kebakaran mulai jam 20:35 WIB tadi sampai sekarang,"kata Andi, warga sekitar, Sabtu (20/6/2026).

Baca juga: Setelah Viral di Medsos, Kasudinhub Harlem Simanjuntak Datangi Rumah Ojol yang Motornya Diangkut

Baca juga: VIRAL Sarwendah Disebut Rugi Rp20 Miliar Sejak Berkonflik dengan Ruben Onsu, Kuasa Hukum Buka Suara

Masih kata Andi, api awalnya berasal dari salah satu pabrik.

Namun merembet ke pabrik lainnya, dan terus membesar.

Warga yang menonton sesekali berlari setelah mendengar dentuman.

"Lari, lari,"teriak warga.

Kebakaran di Siantar

Pasar Dwikora Parluasan mengalami kebakaran parah sekitar pukul 02.30 WIB, Kamis (18/6/2026) dini hari. Diperkirakan, puluhan hingga ratusan kios ludes dilalap si jago merah saat kejadian.

Humas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pematangsiantar, Parulian Simalango menyampaikan, berdasarkan keterangan pedagang, api pertama kali muncul sekitar pukul 02.30 WIB. Hanya saja, laporan ke Call Center Disdamkar diterima sekitar pukul 03.14 WIB.

“Sumber api masih diselidiki dan laporan baru kita terima sekitar pukul 03.14 WIB. Saat ini api sudah padam,” kata Parulian saat dikonfirmasi Kamis (18/6/2026) pagi.

Berdasarkan pantauan Tribun Medan di lokasi, puluhan pedagang tampak mengais sisa-sisa barang dagangan dan material kios yang bisa dimanfaatkan walau pun persentasenya sangat kecil.

Mereka terlihat mengutip besi-besi dari kios yang nyaris tak bisa diselamatkan. Mereka juga menyisihkan kaca beling dan paku yang membahayakan aksi evakuasi. Sebanyak 300 unit lebih kios ludes terbakar.

Sementara itu, Br Sianipar yang merupakan penjual kain Ulos Berbagai Jenis dan Buku Tulis menyampaikan bahwa ia menerima laporan sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

“Kita terima pesan masuk sekitar pukul 03.00 WIB kurang. Jadi kami langsunglah kemari, tapi api sudah menyebar ke dekat sini. Jadi nggak bisa kami evakuasi lah barang-barang ini,” ujar Br Sianipar yang terus mengais besi-besi bekas kios yang tersisa.

Sianipar menyampaikan, kemunculan api berasal dari kios pedagang kain. Apa yang disampaikan Sianipar pun terlihat benar lantaran police line telah dibuat di ujung (lokasi kios-kios pedagang kain).

Wesly yang didampingi pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar sempat berinteraksi dengan sejumlah pedagang di lokasi.

Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Horas Jaya Bolmen Silalahi SP melaporkan, kebakaran diketahui mulai terjadi sekitar pukul 02.45 WIB. Sebanyak 6 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemko Pematangsiantar dan 2 unit mobil pemadam kebakaran milik PT STTC. 

“Mobil Damian tiba di lokasi dan langsung berusaha memadamkan api. Api padam sekitar pukul 08.15 WIB,” kata Bolmen kepada Wali Kota Wesly Silalahi.

Menurut Bolmen, sesuai data yang dihimpun pihaknya, kios yang terbakar sebanyak 311 unit. Sejauh ini, katanya, pendataan masih terus dilakukan. Ada pun luasan area terbakar mencapai 50 x 100 meter2 dengan kerugian ditaksir Rp 3,6 miliar.

Usai menerima laporan Dirut PD Pasar Horas dan memantau kondisi lapangan, Wesly berharap para pedagang yang kiosnya terbakar bisa bersabar menerima musibah yang terjadi.

"Kita akan memperhatikan nasib para pedagang. Ini musibah yang tidak kita inginkan," kata Wesly saat didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang.

Dalam peninjauan ini, Wesly didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Fidelys Edi Suranta Sembiring, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dedi Idris Harahap, Kepala Dinas 

Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Herry Okstarizal, dan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Agustina Bulan Sari Sihombing.

Di lokasi juga terlihat Camat Siantar Utara Marlon Brando Sitorus dan Lurah Sukadame serta Kapolsek Siantar Utara AKBP Jahrona Sinaga.

Barusan Pinjam KUR Rp 12 Juta 

Malang tak dapat ditolak, itulah yang dialami Br Sianipar setelah Toko Serba Ada miliknya yang berada di Pasar Dwikora Parluasan mengalami kebakaran.

Ia kini tak bisa berkata apa-apa selain terperangah melihat tak ada sisa apa pun yang bisa diambil dari musibah non-alam ini.

Br Sianipar menyampaikan bahwa dirinya baru meminjam Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank sebesar Rp 12 juta untuk belanja tambahan barang dagangan berupa buku-buku, aksesoris, dan pakaian sekolah untuk menyambut tahun ajaran baru 2026-2027.

“Ini jual Ulos Batak dan sebenarnya toko kelontong-nya ini. Baru belanja pulak ini aku hari Selasa kemarin untuk mengisi barang dagangan karena kan bentar lagi masuk sekolah,” cerita Sianipar.

Niat hati memanfaatkan pinjaman untuk menambah barang dagangan demi mendulang uaung pun tak terwujud. Sianipar menyebut semua yang ia milik ludes akibat kebakaran yang diduga berasal dari kios kain tersebut.

“Kalau total kerugian kan, ya jujur aja sebelumnya saya pinjam KUR Rp 12 juta. Kemudian saya belanjakan untuk beli buku tulis, buku kotak-kotak dan aksesoris seperti tali pinggang anak sekolah. Total kerugian adalah Rp 21 juta,” beber Br Sianipar.

Sianipar menyampaikan bahwa api pertama kali muncul di kios kain sekitar pukul 02.30 WIB. Ia langsung meluncur ke lokasi. Namun akibat api yang mulai menyebar tak tentu arah, ia dan suami tak bisa mengevakuasi barang dari kios.

“Kami datang, api udah dekat sini. Udah nggak bisa lah kami selamat kan lagi ini. Api pertama kali kami lihat dari kios kain si Purba,” pungkasnya.

(cr25/Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.