Mahasiswa Sudan dan Nigeria Penerima Beasiswa KNB Pilih UMI Kampus Tujuan
Ari Maryadi June 20, 2026 11:05 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat internasional.

Berdasarkan pengumuman resmi penerimaan Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) Tahun 2026, dua mahasiswa internasional dinyatakan lulus untuk melanjutkan studi di UMI.

Kedua mahasiswa tersebut masing-masing berasal dari Sudan dan Nigeria.

Mahasiswa asal Sudan diterima pada Program Studi S1 Akuntansi, sedangkan mahasiswa asal Nigeria diterima pada Program Studi Magister (S2) Kesehatan Masyarakat.

Capaian ini menjadi kado istimewa bagi UMI yang akan merayakan Milad ke-72 pada 23 Juni 2026 mendatang.

Sekaligus menegaskan reputasi kampus yang berdiri sejak 23 Juni 1954 ini, di mata masyarakat internasional.

Rektor UMI, Prof Dr Hambali Thalib, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada UMI sebagai salah satu perguruan tinggi tujuan penerima Beasiswa KNB.

"Alhamdulillah, diterimanya dua mahasiswa internasional melalui program Beasiswa KNB merupakan anugerah sekaligus pengakuan atas kualitas akademik dan reputasi UMI di tingkat internasional," kata Prof Hambali dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/6/2026)

"Ini menjadi kado yang sangat bermakna menjelang Milad ke-72 UMI," tambahnya.

Bagi, Prof Hambali, kehadiran mahasiswa internasional akan semakin memperkuat atmosfer akademik yang inklusif, multikultural, dan berwawasan global di lingkungan kampus.

"Kami berharap para mahasiswa internasional ini dapat menjadi duta UMI di negara asalnya serta memperkuat jejaring kerja sama internasional yang selama ini terus dibangun oleh UMI," harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UMI, Ir Hj Setyawati Yani, menyampaikan, bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya internasionalisasi kampus yang terus dilakukan.

Baik melalui penguatan kerja sama luar negeri, promosi internasional, serta peningkatan kualitas layanan akademik bagi mahasiswa asing.

"Ini menunjukkan bahwa reputasi UMI tak lagi diperhitungkan di kancah nasional, tapi juga menjadi rujukan masyarakat internasional dalam memilih tempat terbaik melanjutkan pendidikan," ucapnya.

Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) merupakan program bantuan pendidikan penuh yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada mahasiswa internasional dari negara-negara berkembang untuk menempuh pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Melalui program ini, para penerima beasiswa memperoleh fasilitas pembiayaan pendidikan, biaya hidup, pelatihan bahasa Indonesia, serta berbagai dukungan akademik selama masa studi.

Diketahui, dari 35 calon penerima beasiswa KNB yang daftar, 25 diantaranya berhasil submit.

Dari 25 orang itu, 11 orang dinyatakan lolos berkas di kedutaan negara masing-masing.

Kemudian sembilan orang yang dinyatakan lolos oleh kementerian kemdiktisaintek.

Dari sembilan orang tersisa, enam orang yang dinyatakan lolos sampe ikut tahap wawancara dan  psikotest.

Hanya saja, dari enam orang itu, empat orang yang ikut wawancara, atas hasil rapat pleno dengan Kemdiktisantek. Dan dua orang yang dinyatakan lolos sesuai dengan SK," bebernya.

Masuknya mahasiswa asal Sudan dan Nigeria melalui program KNB semakin memperkuat posisi UMI sebagai perguruan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi global dan berkomitmen mewujudkan visi sebagai kampus bereputasi internasional.

Momentum ini juga menjadi bukti nyata bahwa UMI terus bergerak memperluas jejaring global, meningkatkan daya saing internasional, serta menghadirkan pendidikan berkualitas yang mampu menarik minat mahasiswa dari berbagai belahan dunia.

UMI adalah Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.