Ribut di Taras Batam, Warga Datangi Pemilik Hotel, Tolak Bangun Tempat Massage
Eko Setiawan June 21, 2026 12:07 AM

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Keributan terjadi di salah satu hotel RedDoorz yang berada di kawasan Cikitsu, Taman Raya (Taras), Batam Centre, Kota Batam, Sabtu (20/6/2026) malam.

Pantauan TribunBatam.id di lapangan, kawasan tersebut ramai didatangi warga sekitar yang tidak terima apabila hotel tersebut dijadikan tempat usaha pijat (massage).

Dwi, salah seorang warga yang berada di lokasi, mengungkapkan permasalahan ini berawal dari teguran yang dilakukan warga kepada manajemen hotel. Teguran tersebut awalnya disampaikan secara baik-baik.

Namun, pihak yang bersangkutan dinilai tidak mengindahkan teguran warga. Akibatnya, warga yang merasa kecewa dan marah kemudian berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk meminta penjelasan.

Baca juga: Sesama WNI Ribut Soal Kebisingan di Asrama Jepang, Berakhir Dengan Aksi Penusukan

"Warga awalnya menegur baik-baik, tapi teguran itu tidak diindahkan oleh pihak hotel. Makanya warga marah dan datang untuk menanyakan kejelasannya," ujar Dwi.

Pemilik hotel dan warga sempat terlibat adu argumen. Jumlah warga yang datang pun semakin banyak hingga akhirnya personel Polresta Barelang turun tangan untuk mengamankan situasi.

"Sudah ada polisinya, tapi sekarang masih berupaya mendamaikan," kata Dwi.

Hingga saat ini, situasi di lokasi masih terlihat ramai oleh warga yang berkumpul.

Tuntutan warga pun masih sama, yakni menolak keberadaan usaha seperti itu di lingkungan permukiman mereka karena dikhawatirkan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak-anak dan remaja di sekitar lokasi.

Selain itu ada juga warga yang mengatakan pada malam hari tamu-tamu di hotel tersebut menganggung warga sekitar. 

Ada suara-suara terdengar dari dalam hotel. Suara itu adalah bunyi yang tidak harus di dengarkan oleh anak-anak.

Baca juga: Destinasi Pasar Seken Taras, Barang Branded Seken Harga Miring

"Warga tidak mau aktivitas seperti ini ada di lingkungan mereka karena bisa mengancam perkembangan anak-anak di sekitar lokasi," katanya.

Sementara itu, sejumlah personel kepolisian masih berjaga selama proses pembahasan antara warga dan pemilik usaha berlangsung.

Polisi juga melakukan mediasi agar situasi di kawasan tersebut tetap aman dan kondusif.

"Saya minta warga menahan diri, jangan sampai terjadi aksi anarkis di sini," ujar seorang anggota polisi kepada warga yang berkumpul di lokasi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.