Gus Qowim Tegaskan Madrasah Diniyah Pondasi Karakter Generasi saat Buka PORSADIN Ke-3 Kota Kediri
Rendy Nicko June 21, 2026 09:50 AM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Wakil Wali Kota Kediri, Gus Qowimuddin, menegaskan pentingnya peran madrasah diniyah dalam membangun karakter generasi bangsa saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Madrasah Diniyah (PORSADIN) Ke-3 Kota Kediri, Sabtu (20/6/2026) malam. Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan kentongan di Aula Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah III Lirboyo, Ngampel.

Dalam sambutannya, Gus Qowim mengaku bangga melihat antusiasme ratusan santri yang mengikuti berbagai cabang perlombaan. Menurutnya, semangat yang ditunjukkan para peserta menjadi bukti bahwa santri memiliki potensi yang lengkap, baik dalam bidang keilmuan, seni, maupun olahraga.

"Malam ini saya melihat semangat yang luar biasa. Ada yang siap menunjukkan hafalan terbaiknya, ada yang akan bershalawat, berpidato, membuat kaligrafi, hingga berlomba di bidang olahraga. Itu menunjukkan satu hal bahwa santri adalah generasi yang lengkap, kuat ilmunya, baik akhlaknya, dan kaya prestasinya," kata Gus Qowim.

Ia menjelaskan, tema PORSADIN tahun ini, 'Berkhidmah Bersama Madrasah Diniyah Membangun Karakter Bangsa', sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, pembangunan karakter bangsa tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui lembaga pendidikan keagamaan seperti madrasah diniyah.

Baca juga: Buka Munas-Konbes NU 2026 di Kediri, Gus Yahya Ajak Nahdliyin Jaga Persatuan dan Jauhi Pertentangan

Gus Qowim menilai madrasah diniyah telah menjadi ruang penting bagi anak-anak untuk belajar nilai-nilai kehidupan yang mendasar. Mulai dari menghormati guru, mencintai Al-Qur'an, menghargai sesama, hingga membiasakan diri menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari.

"Karakter bangsa sejatinya dibangun dari ruang-ruang sederhana seperti madrasah diniyah. Di sinilah anak-anak belajar menghormati guru, mencintai Al-Qur'an, menghargai sesama, dan membentuk diri menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari," terangnya.

Karena itu, PORSADIN tidak sekadar menjadi ajang mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat ukhuwah antar santri, melatih sportivitas, membangun kepercayaan diri, serta membuktikan bahwa santri mampu berprestasi tanpa meninggalkan nilai-nilai adab.

Pemerintah Kota Kediri, lanjut Gus Qowim, berkomitmen terus mendukung keberadaan madrasah diniyah dan pesantren sebagai mitra strategis dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.

"Kami Pemerintah Kota Kediri akan terus mendukung madrasah diniyah dan pesantren sebagai mitra strategis dalam mencetak generasi unggul, berakhlakul karimah, dan siap menyongsong masa depan," ungkapnya.

Di hadapan para peserta, Gus Qowim juga berpesan agar seluruh santri mengikuti perlombaan dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia mengingatkan agar para pemenang tidak bersikap sombong, sementara peserta yang belum berhasil tetap menjaga semangat untuk terus belajar dan berkembang.

"Kemenangan terbesar bukanlah berdiri di atas podium, melainkan menjadi pribadi yang terus belajar, rendah hati ketika berhasil, dan tetap istiqomah ketika belum berhasil," pesannya.

Gus Qowim optimistis melalui PORSADIN akan lahir santri-santri berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Kediri di tingkat yang lebih tinggi. 

"Insya Allah dari PORSADIN ini akan lahir wakil-wakil terbaik yang siap mengharumkan nama Kota Kediri di PORSADIN Jawa Timur di Lumajang, bahkan melangkah lebih jauh ke tingkat nasional di Semarang," pungkasnya.

PORSADIN Ke-3 Kota Kediri diikuti sekitar 300 peserta dari Madrasah Diniyah Takmiliyah se-Kota Kediri. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis uang pembinaan dari Bank Jatim Syariah, KBIHU NU, dan KONI kepada Ketua DPC FKDT Kota Kediri. 

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.