TRIBUNTRENDS.COM - Gelombang pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa akhirnya mendapat penjelasan resmi dari PT PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Klarifikasi tersebut disampaikan setelah banyak masyarakat mempertanyakan penyebab gangguan pasokan listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, memberikan keterangan melalui konferensi pers daring pada Jumat (19/6/2026) terkait kondisi darurat yang tengah dihadapi sistem kelistrikan nasional.
Dalam penjelasannya, Darmawan mengungkapkan bahwa gangguan berasal dari sektor hulu penyedia pasokan daya yang mengalami masalah teknis.
Menurutnya, terdapat dua pembangkit listrik berskala besar di Pulau Jawa yang mengalami kendala operasional secara bersamaan.
Baca juga: PLN Ungkap Penyebab Terjadinya Pemadaman Listrik Bergilir, Pemulihan Dilakukan Secara Bertahap
Kedua pembangkit tersebut diketahui merupakan pembangkit milik mitra PLN yang berstatus independent power producer (IPP).
Akibat gangguan yang terjadi, pasokan daya dari pembangkit tersebut tidak dapat disalurkan ke sistem kelistrikan Jawa sebagaimana mestinya.
"Ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami, yaitu dua pembangkit independent power producer (IPP). Pembangkit tersebut mengalami gangguan teknis sehingga terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa," ujar Darmawan dipantau dari kanal YouTube KompasTV.
Keluarnya dua pembangkit besar dari jaringan listrik membuat PLN harus mengambil langkah darurat guna menjaga stabilitas sistem.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan pemadaman listrik bergilir di sejumlah daerah terdampak.
Darmawan menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai upaya untuk mencegah gangguan yang lebih luas pada jaringan kelistrikan.
Atas kondisi yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat, PLN menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Manajemen PLN juga menyatakan memahami dampak yang dirasakan pelanggan akibat terhentinya pasokan listrik di berbagai wilayah.
Sementara itu, tim teknis terus dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan sistem yang mengalami gangguan.
PLN memastikan seluruh personel terkait saat ini bekerja maksimal agar pasokan listrik dapat kembali normal secepat mungkin.
Baca juga: DPR RI Semprot PLN Gegara Sering Pemadaman Listrik: Pemerintah Tutup Mata Lihat Rakyat Sengsara!
Di tempat terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemadaman listrik bergilir ini murni disebabkan oleh kendala teknis operasional.
Ia secara langsung menepis spekulasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya kelangkaan pasokan batu bara nasional.
"Teknisnya untuk sampai di power plant itu bukan tugas Dirjen Minerba. Itu sudah merupakan bagian teknis dari manajemen logistik yang dilakukan oleh internal PLN," kata Bahlil saat berada di Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026).
Menteri kelahiran Banda tersebut mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi intensif dengan Direktur Utama PLN untuk memantau perkembangan di lapangan.
Bahlil juga telah mengeluarkan instruksi tegas agar krisis kelistrikan ini tidak berlarut-larut.
Ia meminta manajemen PLN segera mengambil langkah-langkah penanganan yang cepat dan terukur, sehingga pemadaman listrik massal yang mengganggu aktivitas dan dikeluhkan oleh masyarakat bisa segera dihentikan total.
(TribunTrends/KompasTV)