SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Kondisi memprihatinkan terjadi di Jembatan Ampera yang menjadi akses masyarakat untuk menikmati CFD (Car Free Day) di ikon Kota Palembang tersebut. Area tangga jembatan kini tercemar bau tidak sedap hingga aksi vandalisme.
Tangga Jembatan Ampera yang biasanya menjadi jalur alternatif masyarakat menuju area CFD, kini dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Di lokasi tersebut tercium bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan pengunjung.
Dalam pantauan Sripoku.com di lapangan pada Minggu (21/6/2026), terlihat keramik lantai dalam kondisi basah dan menghitam. Kondisi tersebut diduga akibat bercampurnya tanah dengan air kencing dari oknum yang tidak bertanggung jawab.
Bau menyengat yang ditimbulkan membuat sejumlah pengunjung menutup hidung bahkan mengeluhkan kondisi tersebut dengan ungkapan “alangke mambunyo” sebagai bentuk kekecewaan.
Selain itu, tangga Jembatan Ampera juga dirusak dengan coretan-coretan tulisan yang tidak diketahui maknanya oleh masyarakat. Hal ini menambah kesan kumuh pada ikon kota tersebut.
Kondisi ini menimbulkan keresahan warga, yang menilai kurangnya kepedulian terhadap kebersihan dan perawatan fasilitas umum yang kerap digunakan masyarakat setiap akhir pekan.
Salah satu warga Palembang, Sari, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, tangga Jembatan Ampera sangat disayangkan karena selalu ramai digunakan saat CFD setiap Minggunya.
“Iya, tadi bau pesingnya sangat menyengat di tangga Jembatan Ampera. Sangat disayangkan tidak segera dibersihkan padahal banyak orang lewat,” ujar Sari, Minggu (21/6/2026).
Ia menilai tindakan tersebut tidak bertanggung jawab di tengah banyaknya masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut.
“Mau muntah rasanya ketika lewat di situ,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Dadang, salah satu pengunjung CFD. Ia mengaku resah dengan adanya vandalisme yang merusak estetika kawasan tersebut.
“Saya tidak paham maksud tulisan itu, tidak ada manfaatnya, justru merusak pemandangan,” ujarnya.
Dadang berharap ada tindakan tegas agar pelaku vandalisme maupun pihak yang tidak bertanggung jawab diberikan efek jera, sehingga kejadian serupa tidak terulang dan fasilitas umum tetap terjaga dengan baik.