TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap RW (17), remaja yang dilaporkan tenggelam saat berenang di Danau Biru, Gang Alas, Kelurahan Marti Guna, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Danau biru tersebut merupakan area bekas pertambangan emas
Memasuki hari kedua pencarian pada Minggu, 21 Juni 2026, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar titik terakhir korban terlihat dengan berbagai metode pencarian.
Sejak laporan diterima pada Sabtu, operasi pencarian langsung dilakukan secara intensif oleh Tim SAR gabungan bersama unsur relawan.
Baca juga: Harapan di Tengah Pencarian Remaja 17 Tahun yang Tenggelam di Danau Biru Sintang
Proses pencarian melibatkan penggunaan perahu karet, pemantauan permukaan danau, serta penjagaan di sekitar lokasi kejadian.
Bahkan pada malam hari, tim dan relawan tetap bertahan di lokasi dengan mendirikan tenda darurat untuk memantau kemungkinan korban muncul ke permukaan.
“Hari kedua pencarian korban tenggelam di Danau Biru, Gang Alas. Semoga hari ini segera ditemukan,” ujar Budi, relawan SAR dari Damkar Sintang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan kejadian, pihaknya langsung menurunkan satu tim Rescue dari Pos SAR Sintang ke lokasi menggunakan rescue car lengkap dengan perahu karet.
Baca juga: Sempat Minta Tolong! Remaja 17 Tahun Terlepas saat Ditolong Warga, Tenggelam di Danau Biru Sintang
Setibanya di lokasi, tim segera berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.
“Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran dan pencarian di sekitar lokasi korban diduga tenggelam dengan menggunakan perahu karet serta pemantauan di sepanjang area Danau Biru,” jelasnya.
Namun hingga pukul 17.30 WIB pada hari pertama operasi, hasil pencarian masih nihil. Operasi kemudian dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya.
Salah satu saksi, Tegar, mengungkapkan bahwa awalnya ia dan korban tidak berniat berenang.
Mereka sebelumnya hanya melakukan jogging di kawasan Stadion Baning sebelum akhirnya memutuskan menuju Danau Biru.
Menurutnya, korban justru menjadi orang pertama yang masuk ke air dan berenang menuju bagian tengah danau.
“Dia sudah lebih dulu berada di tengah, sekitar lima meter dari daratan,” ujar Tegar.
Namun tak lama kemudian, korban terlihat kesulitan dan meminta pertolongan.
Melihat kondisi itu, Tegar langsung mencoba memberikan bantuan dengan kembali masuk ke air.
“Saya langsung terjun untuk menolong, tapi waktu itu dia sudah kesulitan,” katanya.
Sayangnya, upaya pertolongan tersebut tidak berhasil maksimal karena kondisi korban dan keterbatasan tenaga di air.
Sementara itu, keluarga dan warga setempat terus menunggu dengan harapan korban segera ditemukan.
Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan hingga hasil maksimal diperoleh sesuai prosedur penanganan SAR di lapangan.