PETI di HPT Garini Boltim Beraktivitas Lagi, Warga Buyat Resah, Garis Polisi Diabaikan
Alpen Martinus June 21, 2026 04:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di hutan produksi terbatas (HPT) Garini, desa Buyat, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Boltim, kembali menuai sorotan.

Pasalnya, pascapenertiban yang dilakukan Polres Boltim beberapa waktu lalu, aktivitas PETI di Garini kembali terjadi.

Pantauan Tribunmanado.co.id, Minggu 21 Juni 2026, ada tiga alat berat yang beraktivitas menggeruk material tanah di kawasan HPT Garini.

Baca juga: Pascapenertiban, Polres Boltim Bakal Panggil Camat Kotabunan, Diduga Terlibat PETI di Hutan Garini

Beberapa warga di Kecamatan Kotabunan pun mulai resah dengan aktivitas PETI di HPT Garini.

Reyfan seorang warga mengaku alat berat yang ada di PETI Garini sudah bekerja selama hampir satu bulan.

"Sudah hampir satu bulan mereka kembali bekerja. Padahal sudah ada police line dari Polres Boltim," ujarnya.

"Kami tidak tahu kenapa PETI ini kembali aktif, padahal sudah ada penertiban," ucap dia.

Ia juga mengeluhkan police line yang dilakukan Polres Boltim tanpa menurunkan alat berat dari lokasi PETI Garini.

"Ada yang police linenya sudah dicabut oleh penambang. Harusnya pasca police line alat berat ini dibawa ke kantor polisi, bukan dibiarkan seperti ini," tutur pria dua orang anak itu.

Terpisah, Sangadi (Kepala Desa) Buyat Barat Ramadan Mamange mengatakan alat berat tersebut milik pengusaha asal Manado.

"Setahu kami alat berat di Garini yang sedang bekerja itu milik pengusaha dari Manado," ujarnya.

Sempat beredar informasi bahwa alat berat tersebut milik seorang pengusaha.

Namun, Ramadan mengatakan bahwa orang yang disebut pengusaha itu hanyalah seorang teknisi di Buyat.

"Dia adalah teknisi yang membantu desa kami memperbaiki jalan perkebunan. Aparat desa kami turut memantau pembuatan jalan tersebut," tegasnya. 

Dirinya juga meminta agar Polres Boltim dan Polda Sulut bisa menghentikan aktivitas alat berat di PETI Garini. 

"Jangan hanya police line saja. Tapi kalau boleh alat beratnya disita," tegasnya. 

Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan mengatakan akan meminta tim Reskrim untuk turun mengecek aktivitas PETI di HPT Garini.

"Harusnya sudah tidak ada aktivitas lagi, tapi kalau memang ada, saya akan tertibkan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Utara (Sulut) Fransiscus Maindoka mengatakan pihaknya akan mengirimkan tim untuk melakukan pengecekan.

"Terima kasih informasinya, saya akan minta tim untuk segera cek ke lokasi tersebut," tegas dia. (NIE)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.