Siaga Hadapi Ancaman Karhutla, Enam Helikopter Siaga Penuh di Riau
Sesri June 21, 2026 04:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diperkuat. 

Hingga saat ini, sebanyak enam unit helikopter telah disiagakan untuk mendukung upaya penanggulangan karhutla, terdiri dari lima helikopter water bombing dan satu helikopter patroli.

Penambahan kekuatan armada tersebut menyusul kedatangan satu unit helikopter water bombing bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pekan lalu.

Baca juga: Patroli Darat dan Udara Digencarkan, Manggala Agni Antisipasi Kemunculan Titik Baru Karhutla di Riau


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal mengatakan tambahan armada tersebut akan memperkuat respons cepat terhadap titik-titik kebakaran yang muncul selama musim kemarau. Meskipun informasi terbaru, saat ini Riau masih nihil titik api atau Karhutla.


"Provinsi Riau kembali mendapatkan bantuan berupa satu unit helikopter water bombing dari BNPB. Saat ini helikopter tersebut sudah berada di Pekanbaru," kata Edy, Minggu (21/6/2026).


Menurutnya, dengan tambahan armada tersebut, operasi pemadaman dari udara akan semakin optimal, terutama untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses oleh personel dan peralatan darat.


"Sekarang sudah enam helikopter, lima helikopter water bombing dan satu helikopter patroli," ujarnya.


Helikopter terbaru yang diterima Riau merupakan tipe Mi-8 yang memiliki kapasitas besar untuk mendukung operasi water bombing. 


Armada ini akan difokuskan untuk mempercepat pemadaman api sebelum meluas ke area yang lebih besar.


"Helikopter water bombing ini akan kami gunakan untuk memadamkan karhutla di lokasi yang sulit dijangkau tim darat. Sehingga pemadaman karhutla dapat lebih cepat dilakukan sebelum meluas," jelasnya.


BPBD Riau menilai dukungan pemerintah pusat melalui BNPB menjadi bukti komitmen dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi karhutla tahun ini. 


Selain mempercepat respons terhadap titik api, keberadaan armada udara yang lengkap juga diharapkan mampu meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan maupun masyarakat.


"Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan. Dengan dukungan armada yang memadai, penanganan titik api bisa dilakukan lebih cepat sehingga kebakaran tidak meluas dan dampaknya dapat diminimalkan," katanya. 


(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.