TRIBUNNEWS.COM - Jika ada sebuah judul buku yang menggambarkan citra permainan sepak bola Spanyol di Piala Dunia 2026, tak lain adalah "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat".
Dalam pandangan mantan pemain bertahan Real Madrid Fernando Hierro, timnas Spanyol memiliki gaya permainan yang tak akan runtuh meskipun mendapatkan banyak tekanan.
Satu di antaranya media Spanyol yang memiliki ekspektasi tinggi kepada skuad muda La Furia Roja.
Dan ini, menjadi tugas entrenador timnas Spanyol, Luis de la Fuente yang berperan sebagai "shield" untuk anak asuhnya.
"De La Fuente ini terkenal (sebagai pelatih -red) yang mementingkan ruang ganti. Ini kan tugas dari De La Fuente untuk memastikan nama-nama seperti Lamine Yamal dan Nico Wiliams bisa bermain dengan Rodri maupun Fabian Ruiz yang lebih senior," ujar football enthusiast Gigih dalam podcast Super Taktik berjudul "Prediksi Grup G-L Piala Dunia 2026, Grupnya Para Calon Juara" di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Kekeluargaan di era De La Fuente merupakan salah satu yang terbaik setelah Vicente del Bosque."
"Jadi pemain Spanyol itu mendapatkan tekanan dari media yang luar biasa, De La Fuente tugasnya memastikan kekeluargaan di tim ketika mendapatkan tekanan dari media, tidak terpengaruh banyak. Kuncinya ada di situ," terang pria yang juga mengidolakan klub asal Inggris, Wigan Athletic.
Bahkan setelah start yang redup, Spanyol diyakini akan melalui fase grup Piala Dunia 2026 dengan baik-baik saja. Mereka punya satu karakter yang amat menonjol.
Spanyol ditahan tim debutan Tanjung Verde pada laga pertama di Piala Dunia 2026.
Hasil yang jauh dari kata impresif, mengingat mereka tim terkuat di Grup H sementara lawannya adalah tim paling lemah di atas kertas.
Hasil itu memunculkan sedikit kekhawatiran apakah sang juara Eropa bisa melewati tantangan lebih rumit melawan Arab Saudi dan Uruguay.
Keduanya niscaya punya materi lebih baik dari Tanjung Verde dan ada potensi besar untuk lebih menyulitkan.
Laga kontra Arab Saudi di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Minggu (21/6) malam WIB, akan krusial.
Gagal menang lagi maka tekanannya bakal semakin besar di pertandingan terakhir fase grup melawan Uruguay, saingan terberat Spanyol.
Baca juga: Polemik Jeremy Doku di Piala Dunia 2026: Ingin Tinggalkan Skuad, Tak Main di Laga Belgia vs Iran
Mantan bek timnas Spanyol dan Real Madrid, Fernando Hierro meyakini tim akan baik-baik saja, bahkan jika tekanan membesar.
Ia melihat tim besutan Luis de la Fuente punya karakter unik, kombinasi antara keberanian, arogansi, dan sikap cuek.
Selain itu, secara taktik Rodri dkk. amat fleksibel.
"Saya suka karakter mereka. Mereka menghadapi setiap pertandingan dengan sama terlepas dari lawannya. Bahkan meskipun itu semifinal atau final Euro, mereka mempertahankan gaya itu," kata Hierro, dikutip dari laman resmi FIFA.
"Mereka tim yang sangat seimbang. Mereka tahu kapan harus menjaga penguasaan bola, kapan menaikkan tempo, kapan bermain direct, kapan harus menusuk ke ruang-ruang, dan kapan harus main dengan target-man di depan."
"Mereka tak terikat dengan satu cara main tertentu, jadi fleksibel banget. Mereka bisa berubah pola, berganti formasi, dan mengubah pendekatan di tengah pertandingan, yang artinya mereka bisa bermain dengan kepercayaan diri tinggi," terangnya mengakhiri.
(Tribunnews.com/Giri)