Peluncuran Buku Fikih Disabilitas di Munas NU Kediri, Gus Ipul Ingatkan Stop Bullying
Dyan Rekohadi June 21, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID, KEDIRI  – Langkah progresif lahir dari rahim pondok pesantren di Kediri saat Menteri Sosial Saifullah Yusuf resmi meluncurkan Buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial untuk mendobrak stigma negatif di masyarakat.

Peluncuran panduan moral kaum rentan itu dilakukan di sela-sela agenda hari kedua Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Minggu (21/6/2026) siang.

Acara penting itu dihadiri deretan tokoh nasional, ulama, aktivis, hingga ratusan santri yang memadati Aula Teras Gubuk Al Falah.

Baca juga: Momen Khidmat Munas NU 2026, Pesan Kuat Mbah Yai Huda Jadi Sorotan

 

Soroti Aksi Bullying

Mensos RI yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa karya keagamaan itu menjadi instrumen penting untuk menghadirkan keadilan sosial dan mengubah cara pandang publik.

"Dengan ini buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan Sosial yang diterbitkan oleh LBM NU, Lakpesdam NU, P3M dan pusat rehabilitasi YAKKUM melalui program inklusi dibawah kordinasi KND secara resmi saya luncurkan dengan bersama-sama membaca Alfatihah," ujar Gus Ipul di depan para santri.

Sekjen PBNU itu juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghapus diskriminasi dan memberikan kesempatan kerja yang setara.

"Kita tidak boleh menganggap sepele, mengabaikan, apalagi melakukan bullying. Ini adalah bagian dari afirmasi dan kepedulian kita," tegasnya.

Sementara itu, Komisioner KND (Komisi Nasional Disabilitas) Republik Indonesia, Jonna Aman Damanik ikut menyoroti tajam pandangan keliru publik yang selalu menggunakan ukuran normalitas secara sepihak.

"Karena disitu ada hegemoni normalitas kalau teman-teman normal dan melihat prioritas dengan normal, saya melihat dengan cara saya," jelasnya.

Baca juga: Pesan Kiai Sepuh Mengemuka di Munas NU, Lirboyo Jadi Sorotan Lokasi Muktamar

 

Sentilan Keras Gus Kautsar


Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso, KH Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar menyambut hangat kehadiran buku keagamaan itu sebagai rujukan baru bagi dunia pendidikan Islam.

Gus Kautsar sempat menyentil kebiasaan salah di masyarakat yang kerap mengabaikan dan sulit menerima kehadiran orang yang memiliki perbedaan.

"Bahwa kadang-kadang kesalahan kita itu simple tapi bahaya, simple tapi dampaknya sangat jelek adalah kalau melihat orang yang kebetulan ada perbedaan kita cukup sulit untuk menerima perbedaan itu entah perbedaan fisik ataupun bersifat mental," katanya.

Tokoh muda NU itu mengingatkan agar rasa cinta pada diri sendiri tidak bergeser menjadi sikap merendahkan orang lain yang kondisinya berbeda.

"Itulah kenapa kadang orang yang tidak ganteng kadang merasa sangat ganteng tapi ketika sadar bahwa ada keindahan, ada keistimewaan di orang lain itu salah. Perasaan itu penting, tapi kemudian kalau sampai mengakibatkan orang lain tidak bagus, tidak istimewa itu salah," ingatnya.

Sebagai penutup, beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada komisi disabilitas dan Kemensos yang konsisten mengawal program inklusif itu.

"Terimakasih kepada komisi disabilitas kemudian kami mohon langkah-langkah yang dilakukan, yang didukung penuh oleh Kemensos yang benar-benar bisa bermanfaat," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.