Harga Karet di OKI Sumsel Merangkak Naik Tembus Rp 19.500 per Kilogram, Petani Rasakan Angin Segar
Shinta Dwi Anggraini June 21, 2026 06:01 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Memasuki akhir bulan Juni 2026, tren harga getah karet di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan merangkak naik menyentuh Rp19.500 per kilo hasil panen bulanan.

Peningkatan harga cukup stabil sejak bulan Mei ini menjadi angin segar bagi para petani sekaligus penopang ekonomi, tepat saat harga berbagai kebutuhan pokok (sembako) mulai melambung tinggi di pasaran.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tren kenaikan harga menunjukkan grafik positif, meski nominalnya belum sepenuhnya seragam di seluruh wilayah OKI.

Perbedaan harga sangat bergantung kualitas getah, durasi panen, dan persentase kadar karet kering (KKK).

Disampaikan oleh seorang petani asal Kecamatan Mesuji Raya, Rusman, bahwa harga jual saat ini salah satu yang tertinggi dan paling stabil di tahun 2026.

"Alhamdulillah, sekarang karet lagi mahal-mahalnya. Di tempat kami, untuk hasil panen karet mingguan harganya Rp18.500 per kilogram, sedangkan hasil bulanan sudah tembus Rp19.500," kata Rusman saat dikonfirmasi TribunSumsel.com, Minggu (21/6/2026) siang.

Menurutnya, bagi petani lokal, menyadap (memahat) karet bukan sekadar profesi, tetapi satu-satunya urat nadi perekonomian keluarga.

Apapun kondisi harganya di pasar, rutinitas ini pantang ditinggalkan demi dapur tetap mengebul.

"Kebun karet ini pendapatan utama kami satu-satunya. Hasil inilah yang dipakai makan sehari-hari dan membiayai kebutuhan keluarga," tegas Rusman.

Melihat tren yang menjanjikan sejak dua bulan terakhir, petani menaruh harapan besar supaya lonjakan harga seperti ini tidak akan berhenti.

"Kami sangat berharap harga terus naik, kalau bisa sampai Rp25.000 per kilonya. Supaya bisa memenuhi keperluan saat Lebaran," harapnya.

 

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp TribunSumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.