Kasus kerusakan ginjal akibat rhabdomyolysis imbas olahraga berat belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam sebuah cerita yang viral di media sosial, seorang pelari sampai harus menjalani cuci darah setelah kolaps dalam sebuah event perlombaan.
Pertanyaan yang paling sering muncul dari pasien maupun keluarga adalah: Jika ginjal rusak akibat rhabdomyolysis, bisakah pulih kembali seperti sediakala?
Kata Dokter soal Peluang Sembuh
Sebagai informasi, rhabdomyolysis (rabdomiolisis), yaitu kondisi kerusakan jaringan otot. Kerusakan ini melepaskan komponen serat otot (seperti protein mioglobin dan elektrolit) ke dalam aliran darah, yang berisiko tinggi memicu gagal ginjal akut dan gangguan irama jantung.
Dokter spesialis penyakit dalam dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH mengatakan bahwa meskipun cukup membuat terkejut, rhabdomyolysis yang menyerang ginjal, jika ditangani dengan cepat dan baik bersifat reversible atau dapat diubah kembali ke keadaan semula.
"Misalnya AKI grade 1 dan 2, itu pasti reversible (bisa disembuhkan, red) tanpa mungkin dialisis. Tapi kalau sudah grade 3, di AKI itu, itu sudah harus dialisis," kata dr Tunggul saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/6/2026).
"Makin cepat dia diambil tindakan sesuai dengan indikasi, maka tentu dia akan reversible," sambungnya.
Apa Pemicunya?
dr Tunggul mengatakan ada beberapa faktor yang mungkin memicu seseorang mengalami rhabdomyolysis, yakni terkait pemanasan dan kekurangan cairan.
"Salah satu penyebabnya sebenarnya kalau pemanasannya itu tidak gradual ya atau mungkin dia merasa bahwa sudah biasa, dia langsung tancap gitu. Bisa dihindari dengan pemanasan yang gradual misalnya," kata dr Tunggul.
"Salah satu faktor (kekurangan cairan) tapi bukan itu utamanya. Tapi kalau itu dehidrasi, dehidrasi sendiri bisa menjadi acute kidney injury kan. Jadi gangguan gagal ginjal akut, jadi bisa memperberat, bisa mencetuskan," sambungnya.
dr Tunggul menambahkan, 'ginjal kolaps' ini juga bisa diperparah dengan kondisi cuaca yang panas, sehingga seseorang rawan terkena heatstroke. Kondisi ini akan terjadi jika seseorang memaksakan tubuhnya atau Push The Limit tanpa menghitung risiko.





