TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Seluruh jamaah haji asal Buleleng telah menyelesaikan ibadah dan kembali ke kampung halaman pada Sabtu (20/6/2026).
Kedatangan jamaah pun disambut haru oleh keluarga yang telah menunggu di masjid Agung Jami, Kelurahan Kampung Kajanan, Kecamatan Buleleng.
Salah satunya jamaah haji tertua di Bali, yakni Siti Madrahasan (86).
Pantauan Tribun Bali, kedatangan jamaah asal Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng itu sangat dinantikan oleh keluarga besar.
Baca juga: Polisi Gagalkan 13 Calon Jemaah Haji Nonprosedural via Bali, 13 WNI Keluarkan Uang hingga 300 Juta
Mulai dari anak, keponakan, cucu hingga cicitnya.
Siti yang baru turun dari bus langsung dipeluk oleh keluarganya.
Setelah itu, ia segera dibawa ke Masjid Agung Jami untuk beristirahat guna memulihkan kondisi dan mengantisipasi kelelahan akibat perjalanan panjang.
Sang cucu bernama Saiful Anwar, mengaku bersyukur sang nenek dapat kembali ke tanah air dalam keadaan selamat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
Baca juga: Wawali Kota Arya Wibawa Lepas 261 Calon Jamaah Haji Kota Denpasar
"Senang sekali nenek bisa pulang dengan selamat. Akhirnya bisa bertemu lagi dengan keluarga besar," ujarnya.
Menurut Saiful, neneknya punya impian besar untuk berangkat ke Tanah Suci. Apalagi suami dan orang tuanya juga sudah lebih dulu naik haji.
Sampai akhirnya pada tahun 2011 lalu, ada kuota khusus untuk lansia. Nenek akhirnya daftar saat itu, dan bisa berangkat tahun ini.
"Nenek berangkat didampingi anak keduanya bernama Nur Hasanah (48)," jelasnya.
Selama menjalani ibadah haji, Siti sempat mengalami kelelahan saat puncak pelaksanaan haji di Arafah akibat harus berpindah-pindah bus menuju tenda.
Meski demikian, seluruh rangkaian ibadah wajib berhasil dijalani dengan baik.
Diakui sang nenek kerasan selama berada di tanah suci. Bahkan sempat tidak ingin pulang karena fasilitas dan pelayanan yang diberikan sangat baik.
Baca juga: Kisah Lansia Penjual Keliling Di Bali Berangkat Haji, Sisihkan 100 Ribu Per Hari Selama 20 Tahun
"Selama di Tanah Suci, nenek selalu berdoa agar seluruh keluarga juga diberikan kesempatan untuk bisa menunaikan ibadah haji," kata Saiful.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Buleleng, Agus Annurachman, mengatakan secara umum pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 berjalan lancar.
Hal itu berdasarkan laporan dari ketua regu, ketua rombongan, hingga ketua kloter yang mendampingi para jamaah selama di Tanah Suci.
Agus mengungkapkan, para jamaah juga mengaku puas dengan fasilitas yang diterima selama menjalankan ibadah haji. Mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga pelayanan yang diberikan dinilai lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah secara umum pelaksanaan haji tahun ini berjalan lancar. Dari testimoni yang kami terima, jamaah merasa puas dengan fasilitas yang diberikan. Hotel dan makanan yang diterima juga dinilai sangat baik," ujarnya, Minggu (21/6/2026).
Menurut Agus, jamaah asal Buleleng yang tergabung dalam Kloter 71 bahkan mendapat fasilitas hotel berbintang lima selama berada di Madinah.
Hal tersebut membuat para jamaah merasa nyaman menjalankan ibadah di Tanah Suci.
"Termasuk hotel yang ditempati jamaah kita di Madinah itu hotel bintang lima. Jadi dari sisi perhotelan maupun konsumsi, ada peningkatan yang luar biasa. Itu yang disampaikan langsung oleh jamaah kepada kami," katanya.
Agus menambahkan, kepuasan jamaah tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kualitas penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Seluruh rangkaian ibadah pun dapat dilaksanakan dengan baik hingga para jamaah kembali ke kampung halaman dalam keadaan selamat. (*)