Harga Ayam Kampung di Bandar Lampung Bervariasi, Tergantung Ukuran Fisik yang Diingini
soni yuntavia June 21, 2026 09:39 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Harga ayam kampung di Bandar Lampung Bervariasi, tergantung ukuran fisik yang diinginkan pembeli.

Kenaikan harga pakan ternak ayam yang dipicu ketergantungan bahan baku impor belum berdampak signifikan terhadap harga maupun ketersediaan ayam kampung di Pasar Pasir Gintung, Bandar Lampung.

Baca juga: Tempat Kuliner di Lampung, Menu Baru Ayam Kampung dan Bebek Geprek di Warung Geprek Engrama

Isu kenaikan biaya produksi di sektor perunggasan sebelumnya menjadi sorotan, mengingat sebagian besar bahan baku pakan masih bergantung pada impor yang dipengaruhi fluktuasi nilai tukar dolar AS. 

Kondisi tersebut turut menekan pelaku usaha peternakan, terutama pada komoditas ayam ras dan telur yang tercatat mengalami penurunan harga sejak Mei 2026.

Namun, dampak tersebut belum sepenuhnya tercermin pada perdagangan ayam kampung di tingkat pasar tradisional. 

Di Pasar Pasir Gintung, harga dan ketersediaan ayam kampung masih terpantau stabil.

Seorang pedagang ayam kampung di pasar tersebut, Yusuf, mengatakan harga jual hingga saat ini masih berada pada kisaran normal dengan pasokan yang tidak mengalami gangguan.

“Stok masih aman, harga juga masih normal,” kata Yusuf saat ditemui di Pasar Pasir Gintung, Bandar Lampung, Minggu (21/6/2026).

Ia menjelaskan, harga ayam kampung yang dijualnya bervariasi tergantung ukuran fisik ayam yang dipilih pembeli, bukan berdasarkan hitungan per kilogram.

“Harganya bervariasi, mulai Rp60 ribu sampai Rp120 ribu per ekor, tergantung besar kecil ayamnya,” ujarnya.

Yusuf menambahkan, sejauh ini kenaikan harga pakan belum dirasakan dampaknya terhadap harga jual ayam kampung di lapaknya. 

Menurutnya, kondisi pasokan dari peternak juga masih berjalan normal tanpa kendala berarti.

Selain itu, ia mengaku belum menerima keluhan dari peternak terkait tekanan biaya produksi akibat kenaikan harga pakan.

“Belum ada keluhan dari peternak soal pakan. Saya juga hanya pedagang, jadi sejauh ini pasokan masih lancar,” katanya.

Meski demikian, pelaku usaha peternakan di sektor unggas secara umum masih menghadapi tekanan biaya produksi yang meningkat akibat naiknya harga pakan. 

Namun hingga kini, kondisi tersebut belum berimbas pada stabilitas ayam kampung di pasar tradisional seperti Pasar Pasir Gintung.

( Tribunlampung.co.id / Dominius D Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.