Waduk Seri Kuala Lobam Bintan Mengering, Ribuan Warga Hanya Terima Aliran Air 2 Jam per Hari
Dewi Haryati June 21, 2026 09:41 PM

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 2.300 pelanggan di IKK SPAM Seri Kuala Lobam (SKL) Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai mengeluh.

Sudah dua Minggu mereka alami krisis air bersih. Warga mengaku harus irit air, sebab satu hari hanya dua jam saja aliran air bersih mengalir ke rumah mereka.

Seorang pelanggan, Roby, mengatakan aliran air memang sempat kembali masuk ke rumah warga.

Namun, kualitas air yang diterima dinilai belum layak digunakan.

“Air sempat mengalir, tetapi hanya saya gunakan satu hari. Warnanya cokelat dan keruh, bahkan meninggalkan pasir di bak penampungan,” katanya, Minggu (21/6/2026).

Karena kualitas air yang buruk, ia memilih tidak lagi memanfaatkan layanan SPAM IKK tersebut.

Ia menilai, keputusan pengelola menghentikan distribusi air merupakan langkah yang tepat.

“Kalau dipaksakan tetap mengalir, airnya tetap keruh dan berpasir,” ujarnya.

Apalagi, satu hari hanya dua jam saja air mengalir.

"Terkadang kami tak dapat air, sebab pas air jalan kami tak ada di rumah, sehingga tak ada yang tampung," ujarnya.

Pelanggan lainnya, Joni mengaku heran dengan kondisi waduk yang kembali mengering.

Ia mempertanyakan kondisi tersebut karena dalam beberapa waktu terakhir hujan mulai turun di sejumlah wilayah Bintan.

“Kenapa bisa mengering. Padahal akhir-akhir ini sudah mulai hujan,” bebernya.

Ketua SPAM IKK Seri Kuala Lobam, Pardomuan Lumban Raja, menyampaikan distribusi air sempat berjalan normal selama beberapa waktu.

Namun, operasional kembali macet karena debit air di waduk terus menurun hingga tidak mencukupi untuk diolah dan disalurkan kepada pelanggan.

Ia mengakui kualitas air yang sempat didistribusikan masih keruh karena volume air di waduk belum optimal.

Menurutnya, meski hujan telah turun di sejumlah daerah, kawasan sekitar waduk hanya mengalami gerimis, sehingga belum mampu menambah cadangan air secara signifikan.

“Di sekitar waduk hanya gerimis. Kami masih menunggu hujan dengan intensitas yang lebih tinggi,” katanya.

Pardomuan menegaskan operasional tidak berhenti, tetap berjalan namun hanya dua jam saja per desa atau kelurahan.

Terhambatnya aliran air ini, bukan disebabkan kerusakan fasilitas maupun mesin pengolahan air, tetapi karena air berkurang.

“Mesin tidak ada masalah. Operasional berhenti murni karena waduk mengering. Kalau dipaksa dialirkan, kualitas air yang keruh bisa menimbulkan persoalan baru bagi pelanggan,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya mendapat informasi bahwa pemerintah daerah berencana mengoptimalkan waduk lain sebagai sumber air baku tambahan, guna mendukung keberlangsungan layanan SPAM IKK Seri Kuala Lobam.

"Semoga ada jalan keluar dalam waktu dekat, kasihan masyarakat dan pelanggannya," katanya berharap. 

(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.