Cerita Perjalanan Karier AKP Elwin Kristanto yang Berawal dari Amanat Sang Ibu
Yeshinta Sumampouw June 21, 2026 09:50 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Elwin Kristanto, tampil sebagai narasumber Tribun Podcast di Studio Podcast Tribun Manado, Jalan AA Maramis, Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (18/6/2026). sore

Dalam perbincangan bersama Ferdi Guhuhuku, jurnalis Tribun Manado, AKP Elwin Kristanto membagikan cerita tentang perjalanan hidup dan kariernya.

Termasuk tentang keputusannya untuk menekuni profesi sebagai anggota kepolisian.

AKP Elwin Kristanto sempat memiliki cita-cita menjadi seorang pembalap.

Namun, impian itu berubah setelah sang ibu wafat.

Semasa hidup, sang ibu berharap agar anaknya menjadi seorang polisi.

Amanah itulah yang menguatkan langkah Elwin Kristanto untuk mengabdikan diri sebagai aparat penegak hukum.

Berikut ini isi podcast Tribun Manado bersama AKP Elwin Kristanto.

Silakan Bang Elwin memperkenalkan diri kepada Tribuners yang sedang menyaksikan podcast ini.

"Baik. Terima kasih untuk Bang Ferdi. Selamat sore saya ucapkan untuk rekan-rekan tribuners yang pada sore hari ini sedang menyaksikan podcast Tribun. Baik, sebelumnya saya akan memperkenalkan diri. Nama dan pangkat saya AKP Elwin Kristanto, SIK, MH. Saya lulusan Akademi Kepolisian tahun 2013, pengiriman asal Jawa Barat. Jabatan saya saat ini yaitu Kasat Reskrim Polresta Manado.

Asalnya dari mana, Bang?

Asal "Timur-Timur". Bapak (alm), dari Kalimantan Timur, dan Ibu dari Jawa Timur. Jadi "Timur-Timur". Tapi besarnya saya di Bogor.

Apakah menjadi seorang polisi merupakan cita-cita Bang Elwin sejak awal, atau ada cita-cita lain sebelumnya?

Iya. Kalau cita-cita itu, ya kalau namanya anak kecil kan beda-beda cita-citanya kan. Kalau waktu kecil itu sebenarnya cita-cita saya itu pengin jadi pembalap, Bang Ferdi.

Pembalap?

Iya. Hobi balapan. Karena kalau enggak jatuh enggak laki kan?

Cuma karena SMP, saya kelas 1, ibu saya meninggal. Ibu saya menginginkan saya menjadi seorang polisi. Jadi, saya berawal dari amanah almarhumah ibu saya untuk jadi polisi.

Walaupun dari SMP hingga SMA banyak rintangan atau cobaan, ya alhamdulillah-nya karena restu orang tua, dukungan orang tua, saya berhasil menjadi seorang polisi. Abdi negara. Waktu itu, tahun 2010 saya lulus SMA dan masuk Akademi Kepolisian. Lulus tahun 2013.

Bang, sebelum bertugas di Sulawesi, penempatan pertama setelah lulus Akpol di mana?

Untuk penempatan pertama saya itu tahun 2014. Karena program saya kan 4 tahun itu langsung dengan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, sehingga jadi 4 tahun. Penempatan pertama itu, tahun 2014, saya di Polda Kepulauan Riau.

Di sana bertugas sebagai apa, Bang?

Saya di awal kariernya di SPKT Polresta Barelang. Habis itu mutasi pindah ke Kasubnit Satres Narkoba Polres Barelang. Dan kebetulan Kasat Narkoba Polres Barelang waktu itu yang saat ini menjabat sebagai Kapolresta Manado, Bang.

Oh, jadi kakak asuh?

Kakak asuh.

Apa pengalaman paling berkesan selama bertugas di sana sebelum pindah ke Sulut?

Untuk semua kasus, atau pengalaman berkesan, semua di jabatan itu pasti berkesan sih, Bang Fer. Namun, dari semua pengalaman itu saya ambil hikmah dan pembelajaran, karena setiap jabatan itu pasti ada hikmah dan pembelajaran yang harus saya ambil di situ. Jadi, semua jabatan itu selalu berkesan untuk saya. Jad, tidak ada pilah-pilih 'oh jabatan ini enak', 'jabatan itu enggak enak'. Karena prinsip saya yang selalu ditanamkan oleh senior yaitu namanya mutiara mau di mana pun harus tetap menjadi mutiara.

Masuk ke Sulut tahun berapa, Bang?

Saya dari Kepri pindah ke Polda Sulut itu sekitar September atau November tahun 2023.

Tugasnya di mana?

Tugas, di Polda Sulut, waktu itu di Subdit 1 Kamneg Ditreskrimum. Waktu itu masa Pilpres.

Nah setelah di Polda ke mana lagi, Bang?

Sekitar Juli 2024 saya pindah ke Polsek Malalayang sebagai Kapolsek Malalayang, Polresta Manado.

Nah kasus paling menarik yang pernah Abang ungkap sebagai Kapolsek itu apa?

Yang paling saya ingat di Polsek Malalayang itu terkait pengungkapan cap tikus. Yang waktu itu dapatnya itu kurang lebih berapa ribu liter, itu dapat di salah satu mobil pickup, di dalam kemasan air mineral.

Berapa lama menjabat Kapolsek Malalayang?

Juli 2024 menjabat, setelah itu Desember 2025 mutasi sebagai Kasat Reskrim. Sekitar 1,5 tahun lebih.

Jadi Kasat Reskrim sudah berapa lama, Bang?

Kurang lebih 6 bulan.

Di Polresta sendiri ada berapa tim yang turun malam hari?

Personel Satreskrim ada 86 orang. Untuk patroli tiap malam itu ada piket penyidik. Satreskrim ini memiliki 6 unit penyidikan. Kemudian untuk operasional itu ada 30 utk opsnal Resmob-nya, unit reaksi cepat (URC) Polresta Manado ada 30 personel. Setiap malam kita bekerja tidak sendirian karena berkolaborasi dengan Rayon dari Samapta Polresta Pantera, kemudian berkolborasi juga dengan unsur Polsek karena Polsek kan ada patrolinya juga. Kemudian tidak lupa juga dengan Satintel.

Kasat Intel itu leting-nya Abang ya?

Satu leting, Jadi, duet mautlah kita.

Untuk patroli malam minggu seperti apa?

Untuk patroli malam minggu dari Satreskrim itu dimulai dari jam 21.00 WITA saya apelkan, seluruh personel dari Satreskrim, baik dari unit penyidikan maupun operasional. Namun, saya tekankan, terkait mobilitas pergerakan itu ada empat tim di Resmob. URC Alpha, Bravo, Charlie, Delta. Mungkin untuk para Tribunners sudah banyak pahamnya itu ada Oto Itang, Papa Jarang Pulang.

Kenapa Abang ikut turun langsung?

Ketika ada suatu kejadian memang kita harus memastikan. Kehadiran seorang perwira atau pimpinan itu bisa memberikan kepastian ataupun kebijakan di lapangan, harus bertindak seperti apa. Karena untuk saat ini kan memang situasi tidak menduga. Kadang-kadang jam 3, jam 4, jam 5. Itu harus turun. Yang paling utama itu untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Biasanya tidur berapa jam?

Yang penting ada istirahat cukup.

Bang Elwin, apakah di wilayah rawan seperti Singkil dan Karombasan dilakukan patroli setiap malam, dan bagaimana masyarakat bisa menghubungi pihak kepolisian jika ada kejadian?

Kalau untuk daerah-daerah rawan yang ada di Kota Manado tiap malam memang selalu dilakukan patroli. Patroli itu baik dilaksanakan oleh Satreskrim sendiri, atau dari Polresta, Rayon Pantera, maupun dari Polsek jajaran yang ada di Polresta Manado. Ketika ada suatu dugaan tindak pidana, atau gangguan keamanan yang dirasakan oleh masyarakat, mereka bisa menghubungi call center 110 atau 112. Itu tidak dikenakan biaya sama sekali.

Jadi, langsung direspon cepat itu, bang?

Iya. Direspon cepat.

Nah, terkait kasus sajam di Mantos itu bagaimana ceritanya?

Jadi mengenai itu, dari hasil keterangan personel yang melaksanakan pengamanan, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Awalnya dari lokasi Taman God Bless kemudian mau diamankan namun yang bersangkutan lari, hingga masuklah di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Kecamatan Sario, Kota Manado. Jadi, untuk pengamanannya, dilakukan oleh URC Polresta Manado, URC Resmob Polda Sulut, sama Rayon dari Ditsamapta Polda Sulut. Ketika sudah berhasil kita amankan, dibawalah terduga pelaku ini ke SPKT Polresta Manado. Di situ ada personel Satreskrim melakukan interogasi awal dulu. Setelah dilakukan interogasi, 'lho kok nggak nyambung?'. Bingung juga kita kan 'ini apakah mabuk ataukah ada hal-hal yang lain', makanya kita coba koordinasi dengan Dinas Sosial maupun Satpol PP untuk dilakukan teks kejiwaan. Akhirnya dijemputlah terduga pelaku ini oleh tim dari Dinsos dan Pol PP.

Apakah ada korban dalam kejadian itu?

Alhamdulillah tidak ada korban.

Nah, terkait kasus-kasus penikaman yang terjadi di Wenang dan di Jumbo, bagaimana penanganan perkaranya sampai saat ini?

Perkaranya sudah ditangani oleh Satreskrim Polresta Manado secara profesional dan transparan. Karena kita harus memberikan kepastian hukum juga.

Dan kondisi para pelakunya sekarang bagaimana?

Alhamdulillah sehat-sehat kok. Kita hanya memberikan tindakan tegas terukur saja.

Apakah tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku kejahatan akan terus diterapkan?

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya bahwa kita akan memberikan tindakan tegas dan terukur terhadap para pelaku, terutama terkait penggunaan sajam terus yang sampai mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Apakah hanya pihak kepolisian yang bertanggung jawab menjaga kamtibmas?

Jadi, seperti yang pernah saya sampaikan ke Bang Ferdi. Terkait masalah keamanan ini bukan hanya tanggung jawan dari pihak kepolisian sendiri. Tapi harus melibatkan seluruh elemen maupun beberapa pihak juga. Baik itu dari pemerintah, maupun itu dari yang paling dekat, pengawasan itu adalah dari keluarga. 

Jadi tanggung jawab bersama ya?

Ya. Tanggung jawab bersama.

Apa yang ingin Abang sampaikan kepada para anak muda di Kota Manado yang mungkin punya niat untuk melakukan kejahatan? Dan juga mungkin ada pesan untuk masyarakat secara umum?

Selalu saya sampaikan kepada masyarakat yaitu, mari torang sama-sama jaga Manado ini untuk jadi lebih aman. Kemudian untuk generasi muda, berbuatlah prestasi. Kalau kata orang-orang Manado 'jangan tambah-tambah urusan'. Karena kasihan orang tua. Orang tua sudah susah susah mencari rezeki untuk anaknya sekolah, disekolahkan agar baik, berharap kehidupannya kelak menjadi layak namun malah dia berbuat hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Jadi, imbauan saya, mari kita sama-sama menjaga diri, toleransi, untuk bisa menjaga Manado ini menjadi kota yang aman.

Pesan untuk peks-peks?

Untuk peks-peks, jangan sampe bakudapa di jalan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.