TRIBUNJAKARTA.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
Karena itu, sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan berbasis masyarakat harus terus diperkuat.
Dedi juga mengingatkan agar organisasi Islam tetap fokus pada pendidikan, kaderisasi, dan pelayanan kepada masyarakat, serta tidak terjebak dalam orientasi material maupun kepentingan politik jangka pendek.
"Organisasi akan tetap kuat jika konsisten membangun pendidikan dan melahirkan kader-kader yang bermanfaat bagi masyarakat. Pendidikan adalah investasi terbesar untuk masa depan bangsa," kata Dedi dikutip Minggu (21/6/2026).
Hal itu dikatakan Dedi Mulyadi atau KDM setelah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Jazuli Juwaini terkait pengembangan pendidikan dan dukungan beasiswa bagi siswa sekolah menengah di lingkungan Mathla'ul Anwar di Jawa Barat.
Penandatanganan MoU tersebut dilakukan dalam rangkaian Pelantikan Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) dan Pengurus Pusat Muslimah Mathla'ul Anwar Masa Khidmat 2026-2031 di Gedung Pakuan, Bandung, Sabtu (20/6/2026).
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi prioritas utama organisasi kemasyarakatan Islam. Menurutnya, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari besarnya jaringan atau jumlah anggotanya, tetapi dari kemampuannya melahirkan generasi yang terdidik dan berkarakter.
"Hari ini saya sudah meminta untuk disiapkan MoU pengembangan pendidikan. Insya Allah akan ada dukungan beasiswa bagi peserta didik sekolah menengah yang berada di lingkungan Mathla'ul Anwar," ujar Dedi di hadapan ribuan kader dan pengurus Mathla'ul Anwar.
Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan dukungan pendidikan yang dapat menjangkau hingga sekitar 70 ribu hingga 80 ribu siswa sekolah menengah yang berada dalam jaringan lembaga pendidikan Mathla'ul Anwar.
Sementara itu, Ketua Umum PBMA menyambut baik dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap pengembangan pendidikan Mathla'ul Anwar.
Menurut Jazuli, peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu agenda utama kepengurusan baru PBMA. Sebagai organisasi yang sejak awal berdiri bergerak di bidang pendidikan, Mathla'ul Anwar memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing.
"Kami ingin berkontribusi lebih besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini menjadi energi baru bagi Mathla'ul Anwar untuk terus meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang kami miliki," ujarnya.
Jazuli menambahkan, Mathla'ul Anwar saat ini mengelola ribuan lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi yang tersebar di berbagai daerah. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah menjadi langkah penting untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Penandatanganan MoU tersebut menjadi salah satu agenda strategis dalam pelantikan PBMA dan PP Muslimah Mathla'ul Anwar Masa Khidmat 2026-2031 yang mengusung tema "Transformasi Mathla'ul Anwar: Dari Umat, untuk Bangsa."
Melalui kerja sama tersebut, Mathla'ul Anwar dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.