Jakarta (ANTARA) - Penyerang tim nasional Belgia Romelu Lukaku mengajak teman-temannya tetap tenang meskipun masih berstatus nirmenang dalam dua pertandingan penyisihan Grup G Piala Dunia 2026.
Setelah ditahan imbang Mesir 1-1 di laga pertama, Belgia kembali gagal meraih kemenangan perdana mereka di Piala Dunia kali ini seusai hanya bermain 0-0 melawan Iran di Stadion SoFi, Inglewood, California, Amerika Serikat, Senin WIB.
“Kami harus mampu mengendalikan emosi, tetap tenang, dan menjaga fokus. Menurut saya itu adalah hal yang harus kami perbaiki, dan para pemain juga menyadarinya," kata Lukaku selepas pertandingan dikutip dari laman resmi FIFA.
Dua kali hasil seri ini menempatkan tim berjuluk Setan Merah ini di posisi ketiga klasemen Grup G dengan dua poin, mengoleksi poin yang sama dengan Iran di posisi kedua.
Iran dan Belgia terpaut dua poin dari pemuncak klasemen Mesir yang baru saja mengalahkan juru kunci Selandia Baru klasemen dengan skor 3-1.
Situasi ini membuat Belgia wajib meraih kemenangan untuk melaju ke babak selanjutnya pada pertandingan terakhirnya ketika bertemu Selandia Baru di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, Sabtu (27/6) WIB.
“Ini adalah Piala Dunia, turnamen terbesar dan panggung terbesar. Kami tidak ingin pulang lebih cepat. Kami ingin melangkah sejauh mungkin dan menempatkan diri kami pada posisi terbaik. Mari kita wujudkan itu," kata Lukaku, top skor timnas Belgia dengan 90 gol tersebut.
Sementara itu, pelatih Belgia Rudi Garcia mengaku sudah mengerahkan segalanya untuk membawa timnya keluar sebagai pemenang. Namun, kata dia, inilah sepak bola, bahwa hasil kerap tak berjalan sesuai harapan.
Di laga ini pun, Belgia yang kehilangan Nathan Ngoy karena kartu merah pada menit ke-67, menguasai hampir 70 persen penguasaan bola dan melepaskan 23 tembakan yang merupakan jumlah terbanyak yang mereka catatkan dalam laga Piala Dunia tanpa mencetak gol sejak 1994.
“Kami memperkirakan akan mendominasi permainan, dan memang itulah yang terjadi. Secara taktik dan sesuai rencana pertandingan, kami bermain seperti yang kami inginkan," kata Garcia.





