Korban Taufik Hidayat yang Sekap dan Aniaya Pacar Selama 3 Tahun Diduga Lebih dari Satu
TRIBUNJATENG.COM - Polisi masih memburu Taufik Hidayat alias TH (30), pria yang diduga menyekap dan menganiaya pacarnya, wanita asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, selama tiga tahun.
Polisi sudah memetakan keberadaannya namun dihadapkan pada satu kendal.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan mengatakan, terduga pelaku kerap berpindah-pindah tempat.
Baca juga: Resmi Berubah, Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Senin 22 Juni 2026, Naik Rp 3.950
Namun di tengah upaya pengejaran tersebut, muncul informasi baru yang memperluas dugaan aksi kekerasan yang dilakukan pria tersebut.
Taufik Hidayat merupakan pelaku penganiayaan dan penyekapan pacarnya, YTR selama tiga tahun di Bandung.
Setelah kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR menjadi perhatian publik, seorang wanita melalui media sosial mengaku pernah mengalami kejadian serupa dengan pelaku yang sama.
Pengakuan itu disampaikan akun Instagram @adillaapril1 melalui kolom komentar sebuah unggahan yang membahas kasus TH.
Ia mengaku pernah berhadapan langsung dengan pria tersebut pada awal tahun 2024.
Menurut pengakuannya, dirinya sempat dibawa ke wilayah Solokan Jeruk yang tidak dikenalnya. Beruntung, ia berhasil pulang setelah terus meminta kepada pelaku untuk dipulangkan.
"Aku salah satu korbannya juga di tahun 2024 awal. Alhamdulillah aku selamat Kak, karena waktu itu aku langsung minta pulang, itu pun pulangnya diturunin di Indomaret Cicaheum," tulisnya.
Wanita tersebut juga mengungkap kesan yang dirasakannya saat bertemu TH.
Ia menduga ada perilaku tidak biasa yang ditunjukkan pelaku ketika berinteraksi dengannya.
"Kalo ketemu aku kaya yang ngobat, soalnya ngomongnya balelol (tidak jelas/kelu)," ungkapnya lagi.
Ia mengaku sempat menempuh jalur hukum atas peristiwa yang dialaminya.
Dugaan adanya korban lain juga disampaikan tim advokat Hotman 911 saat mendatangi kediaman keluarga YTR di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu (21/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, tim hukum mengaku menerima informasi mengenai kemungkinan adanya korban lain di wilayah Garut yang mengalami perlakuan serupa.
"Berdasarkan informasi yang masuk ke tim Hotman 911, ada korban lain di kawasan Garut yang serupa mengalami penyiksaan oleh pelaku."
"Karena itu, kami berharap pihak kepolisian bergerak cepat agar pelaku bisa segera ditangkap," ungkap Pangeran Reza Pramadia, Minggu (21/6/2026).
Di tengah statusnya sebagai buronan, identitas dan kehidupan sehari-hari TH mulai terkuak.
Pria berusia 30 tahun itu diketahui bekerja sebagai debt collector atau penagih utang eksternal di sebuah perusahaan pembiayaan.
Selain itu, publik juga menyoroti aktivitas media sosial yang diduga masih berkaitan dengan TH.
Berdasarkan penelusuran di TikTok, akun bernama pengguna @dudajelek351 disebut masih menunjukkan aktivitas dalam beberapa hari terakhir. Akun tersebut memiliki lebih dari 20 ribu pengikut dan berisi unggahan seputar kehidupan pribadi hingga pemandangan alam.
Temuan tersebut memunculkan beragam spekulasi, mengingat polisi masih terus memburu keberadaan pria yang diduga menjadi pelaku utama dalam kasus penyekapan YTR.
Kasus yang menimpa YTR sendiri baru terbongkar setelah keluarganya menerima pesan tak terduga dari seseorang yang tidak dikenal.
Pesan WhatsApp yang masuk pada Rabu (10/6/2026) malam itu mengabarkan YTR sedang dirawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat kecelakaan.
Kabar tersebut langsung membuat keluarga bergegas menuju rumah sakit.
Sesampainya di lokasi, keluarga justru menemukan kondisi YTR yang jauh dari dugaan awal. Tubuh korban dipenuhi luka yang diduga sudah lama dideritanya.
"Kami langsung berangkat ke RSHS sekitar waktu isya. Setelah tiba, kami terkejut. Soalnya banyak luka," ungkap adik korban, Syahrul Ulum (26).
Keluarga kemudian meyakini orang yang mengantar korban ke rumah sakit adalah TH.
Terungkap pula kisah ini berawal pada 2023 ketika YTR berkenalan dengan TH dalam sebuah konser musik di kawasan Tritan Point, Bandung.
Tak lama setelah hubungan mereka terjalin, korban perlahan menghilang dari kehidupan keluarganya.
YTR yang sebelumnya rutin pulang dan berkomunikasi mendadak sulit dihubungi. Keluarga sempat mendapat penjelasan korban sudah berhenti bekerja di Bandung dan berpindah ke Jakarta.
Belakangan diketahui informasi tersebut diduga merupakan cerita yang sengaja dibangun pelaku untuk mengelabui keluarga.
Selama tiga tahun, YTR diduga hidup dalam pengawasan ketat dan berpindah-pindah tempat tinggal setiap beberapa bulan.
Ketika keluarga berusaha mencari keberadaannya hingga mengunggah informasi orang hilang di media sosial, korban justru mengirim pesan agar unggahan tersebut dihapus. Belakangan keluarga menduga tindakan itu dilakukan karena korban berada dalam tekanan.
Seluruh rangkaian kebohongan yang selama ini dipercaya keluarga akhirnya runtuh setelah pesan misterius yang membawa mereka ke rumah sakit membuka fakta mengejutkan mengenai kondisi YTR.
Kini polisi masih terus memburu TH untuk mengungkap secara utuh dugaan penyekapan, penganiayaan, serta kemungkinan adanya korban-korban lain yang belum terungkap. (*/ Tribun-medan.com)