Atlet Sepeda Medan Dara Latifah Borong Emas dan Perak di Kejurnas Road Bike 2026
Randy P.F Hutagaol June 22, 2026 01:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Atlet balap sepeda Kota Medan, Dara Latifah, sukses menorehkan prestasi membanggakan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Road Bike 2026 yang berlangsung di Pangandaran, Jawa Barat, pada 18–21 Juni 2026.

Dalam ajang bergengsi tingkat nasional tersebut, Dara berhasil membawa pulang dua medali sekaligus. Atlet yang juga merupakan personel Bagwatpres Biro SDM Polda Sumatera Utara dengan pangkat Bripda itu meraih medali emas pada nomor Individual Time Trial (ITT) dan medali perak pada nomor Individual Road Race (IRR) dengan jarak tempuh 115 kilometer.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Dara. Pasalnya, ia mengaku hanya memiliki waktu persiapan yang sangat terbatas sebelum mengikuti kejuaraan.

"Secara pribadi Alhamdulillah saya senang dan bangga. Persiapan saya sebenarnya kurang karena hanya sekitar lima hari benar-benar full latihan. Sebelumnya latihan hanya dilakukan setiap Sabtu dan Minggu untuk long ride," ujar Dara kepada Tribun Medan melalui seluler. 

Meski persiapan tidak maksimal, Dara bersyukur mampu bersaing dengan para atlet terbaik nasional. Menurutnya, catatan waktunya juga tidak terpaut jauh dari para pesaing sehingga hasil tersebut menjadi modal berharga untuk menghadapi kejuaraan berikutnya.

"Alhamdulillah hasilnya tidak buruk. Secara keseluruhan catatan waktu saya juga tidak jauh dengan atlet lain. Saya bangga dengan hasil ini, tetapi sekaligus menjadi bahan evaluasi karena saya yakin performa hari ini masih bisa ditingkatkan lagi untuk race selanjutnya," katanya.

Di balik prestasi tersebut, Dara mengakui masih memiliki pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama dalam menjaga konsistensi program latihan. Kesibukannya sebagai anggota Polri membuatnya harus pintar membagi waktu antara menjalankan tugas dan berlatih.

"Yang perlu saya perbaiki adalah konsisten menjalankan program latihan. Itu menjadi PR terbesar karena saya harus menyesuaikan jadwal antara bekerja dan latihan. Selain itu, pola makan dan waktu istirahat juga harus lebih saya jaga," ungkapnya.

Dari sisi teknik, Dara merasa cukup puas dengan penampilannya di nomor Individual Time Trial yang sesuai dengan target. Namun, ia mengaku masih menyimpan penyesalan pada nomor Individual Road Race karena gagal meraih medali emas akibat kesalahan strategi menjelang garis finis.

"Kalau di ITT hasilnya sudah sesuai ekspektasi. Tapi di IRR rasanya belum sesuai harapan. Saya finis dengan selisih yang sangat tipis, hanya sekitar tiga jari dari juara pertama," ujarnya.

Kegagalan mengawinkan dua medali emas di Kejurnas tersebut diakui Dara terjadi karena kesalahan strategi yang dilakukannya sendiri. Pada nomor Individual Road Race, ia mengaku sempat memimpin jalannya pertandingan. 

Hanya saja, ia memulai sprint terlalu cepat, yakni sekitar 500 meter sebelum memasuki garis finis. Keputusan itu membuat tenaganya lebih cepat terkuras sehingga sang rival mampu memanfaatkan situasi untuk mengejar dan menyalipnya tepat di penghujung balapan.

Padahal, persaingan berlangsung sangat ketat. Dara dan peraih medali emas, Elfa, sama-sama membukukan catatan waktu 3 jam 29 menit 24,810 detik. Meski mencatat waktu identik, Elfa dinyatakan sebagai pemenang, sementara Dara harus puas finis di posisi kedua dan membawa pulang medali perak. 

Menurut Dara, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki teknik sprint dan strategi balapan pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya.

"Saya terlalu cepat mengangkat sprint sekitar 500 meter menjelang finis. Akhirnya atlet yang juara pertama bisa mengejar saya dan kami finis dengan selisih yang sangat tipis. Itu menjadi pelajaran yang sangat berharga, terutama soal teknik sprint yang masih harus saya pelajari lagi," jelasnya.

Setelah sukses di Kejurnas Road Bike, Dara berharap dapat kembali tampil pada Kejuaraan Nasional Track 2026 di Solo Jateng, pada 31 Juli mendatang. Ia ingin turun di nomor lintasan atau velodrome. Ia mengaku belum pernah mengikuti nomor tersebut dan ingin mencoba tantangan baru.

"Untuk Kejurnas di trek velodrome saya berharap bisa ikut. Selama ini saya belum pernah tampil di velodrome. Karena peluangnya cukup besar, semoga ada jalan agar saya bisa mengikuti event tersebut," harapnya.

Prestasi dua medali yang diraih Dara di Kejurnas Road Bike 2026 semakin menegaskan kualitasnya sebagai salah satu atlet balap sepeda andalan Kota Medan yang mampu bersaing di level nasional.

Capaian tersebut juga melengkapi sederet prestasi yang telah ia ukir di berbagai ajang bergengsi, di antaranya menjadi runner-up Mountain Bike Eliminator World Championship 2023 serta sukses mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada SEA Games Kamboja. Rekam jejak tersebut menunjukkan konsistensi Dara dalam menjaga performa dan bersaing di tingkat internasional maupun nasional.

(Cr29/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.