Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor memanfaatkan sampah Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pakan Maggot.
Dalam sehari, DLH bisa mendapat sampah dari sisa MBG mencapai setengah ton atau 500 kilogram.
Sampah itu diangkut dan langsung disimpan di ruangan pengolahan Maggot.
Sampah yang dikeluarkan terlebih dahulu dibuka dan dibiarkan terkena udara.
Setelah itu, sampah dimasukan ke dalam boks-boks untuk menjadi pakan Maggot.
Kepala Bidang Persampahan pada DLH Kota Bogor Deden Adi Suryadi mengatakan, sampah sisa MBG ini didapat dari 11 titik dapur.
"Sampah MBG itu kita pakai untuk pakan maggot di sini tuh. Ada 11 SPPG yang kerja sama sama kita, kita kelola di sini fresh food-nya buat makan maggot," kata Deden kepada TribunnewsBogor.com saat dijumpai di ruangannya, Senin (22/6/2026).
Sampah-sampah dari dapur MBG itu dijemput langsung oleh mobil sampah milik DLH.
Setengah ton sampah itu menjadi pakan Maggot setiap harinya.
"Untuk makan Maggot itu satu boksnya 20 kilogram. Disini ada 12 boks jadi total 240 Kilogram Maggot makan dari sampah Dapur MBG," ujarnya.
Program pengolahan sampah MBG ini berlangsung sejak program MBG diluncurkan Presiden.
Untuk ruangan Maggotnya sendiri di DLH sudah ada sejak lima tahun yang lalu.
"Udah lama kalau Maggotnya. Sudah berjalan 5 tahun. Awalnya untuk pakan Maggot dari sisa makanan restoran sekarang ada penambahan dari MBG," ucapnya.
Proses telur hingga menjadi Maggot membutuhkan waktu selama 18 hari.
Maggot yang siap panen dijadikan pakan untuk hewan ternak bahkan ikan.
Tidak hanya itu, Maggot yang siap panen ini bisa dijual oleh DLH.
Hasil penjualan diputar kembali untuk uang operasional pengolahan Maggot.
"Kalau misalnya ada warga yang ingin belajar maggot, kita terima, kita ajarin dari nol, terus kita dampingi. Kita kasih juga kalau misalnya dia mau telurnya, kita kasih," ucapnya.