Saat Jokowi Batal Jadi Rakyat Biasa, Siap Mati-matian untuk PSI, Mulai Keliling Indonesia Pekan Ini
Wahyu Gilang Putranto June 22, 2026 04:38 PM

TRIBUNNEWS.com - Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) batal menjadi rakyat biasa setelah terang-terangan menyatakan siap akan bekerja keras demi PSI, partai yang dipimpin anak bungsunya, Kaesang Pangarep.

Pernyataan ini disampaikan Jokowi saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026) pekan lalu.

Jokowi memastikan ia akan bekerja mati-matian untuk membesarkan nama PSI.

Ia juga mengatakan bakal menghadiri semua undangan dari masyarakat maupun partai berlambang gajah itu.

Diketahui, Jokowi berencana keliling Indonesia atau melakukan safari politik mulai pekan ini.

"Ya seperti yang sudah saya sampaikan di kongres dan di rakernas, saya akan bekerja mati-matian untuk PSI," tegas Jokowi, Jumat, dikutip dari TribunSolo.com.

"Yang paling penting undangan yang saya terima dari masyarakat, dari PSI, nanti akan saya hadiri semua," imbuh dia.

Dalam foto: Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat ditemui di kediamannya di Surakarta, Jawa Tengah pada Senin (25/5/2026).
Dalam foto: Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat ditemui di kediamannya di Surakarta, Jawa Tengah pada Senin (25/5/2026). (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Baca juga: PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode Ikuti Titah Jokowi, Adi Prayitno: Gibran Dikunci dari Awal

Pada akhir Mei 2026 lalu, Jokowi menyatakan kesiapannya untuk berkeliling Indonesia mulai akhir Juni.

Ia akan memulai kunjungannya di Provinsi Lampung, lalu bergerak ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Barat (Jabar).

Rencana itu dipersiapkan sebab menurut Jokowi, banyak permintaan dari akar rumput agar dirinya terjun kembali ke masyarakat.

 "Ya saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada."

"Ya seperti ini udah memenuhi undangan-undangan di daerah udah siap insyaallah. Tiap hari lihat," kata Jokowi, Senin (25/5/2026).

"Karena ada undangan dari daerah. Ini kan saya banyak undangan. Undangan dari daerah-daerah. Dari masyarakat. Dan itu juga untuk memberikan motivasi dan juga ketemu dengan PSI di daerah."

"Terus juga ketemu relawan di daerah karena ada undangan. Lampung, NTT, Jawa Barat. Ya seperti ini," tutur dia.

Soal rencana safari politik Jokowi, Ketua DPP PSI, Bestari Barus, mengungkapkan hal itu dilakukan mantan Presiden RI tersebut untuk menunaikan komitmennya membantu partai.

Komitmen itu dikatakan Bestari, telah disampaikan Jokowi beberapa kali, termasuk saat Kongres PSI di Solo pada Juli 2025 lalu.

"Saya kira istilah itu yang jelas berdasarkan undangan dan satu lagi berdasarkan janji."

"Janji kepada PSI yang telah disampaikan beliau pada kesempatan tertentu, dua kesempatan besar, pada saat Kongres PSI di Solo," jelas Bestari, dilansir Kompas.com, Minggu (21/6/2026).

"Kembali ke Solo Jadi Rakyat Biasa"

Menjelang masa pensiun sebagai Presiden pada Januari 2024, Jokowi menyatakan dirinya akan kembali ke Kota Solo sebagai rakyat biasa.

Hal ini dikatakan Jokowi saat ditanya soal isu dirinya akan menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) usai pensiun.

"Ya jadi rakyat biasa (setelah pensiun jadi Presiden). Kembali ke Solo jadi rakyat biasa," ungkapnya usai meninjau pasar tradisional di Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (2/1/2024).

"Kembali ke Solo jadi rakyat biasa, udah," tegas dia.

Sebelumnya, Jokowi pernah membahas soal rencananya setelah pensiun menjadi Presiden.

Ia mengatakan akan kembali pulang ke Kota Solo dan bakal aktif di bidang lingkungan hidup.

"Saya akan aktif di bidang lingkungan hidup," katanya pada November 2022.

Sinyal Terang Gabung PSI

Isu bergabungnya Jokowi semakin menguat saat ayah tiga anak itu menghadiri Kongres PSI di Kota Solo pada 19-20 Juli 2025.

Selain itu, ia juga terlihat hadir dalam Rakernas PSI pada 29-31 Januari 2026 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyatakan kesiapannya untuk turun langsung dan membantu kampanye PSI hingga ke seluruh Indonesia.

Ia juga memberikan arahan soal pentingnya pembentukan struktur partai yang kuat hingga ke tingkat desa dan RT/RW.

Pembentukan struktur itu ditargetkan selesai pada akhir 2026 mendatang.

Tak hanya memberikan arahan, saat Rakernas PSI, Jokowi sudah menyatakan siap bekerja keras demi partai.

Meski demikian, ia tak menyebut secara gamblang apa peranannya di PSI.

Jokowi hanya mengatakan dirinya berperan sebagai motivator.

"Sebagai motivator, hehehe. Enggak, gini. partai ini perlu disemangati karena negara kita memerlukan partai yang baik, memerlukan politik kebaikan, memerlukan politik yang baik," tutur Jokowi, Sabtu (31/1/2026).

"Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI," tegasnya.

Sementara itu, Bestari Barus baru-baru ini mengatakan Jokowi akan menduduki kursi Dewan Pembina partai berlogo gajah itu.

Bestari mengatakan proses seremoni pemberian jaket kepada Jokowi tinggal menunggu waktu yang tepat.

Meski demikian, Bestari menegaskan proses pemberian jaket itu hanya sebuah simbolis.

Sebab, menurut dia, sinyal bergabungnya Jokowi dengan PSI sudah terlihat sejak lama.

Ia juga menyerahkan kapan proses tersebut berlangsung, kepada Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.

"Jadi ini hanya tinggal menunggu hari, tanggal, jam saja dan kesempatan ketua umum, kesempatan Pak Jokowi untuk kemudian yang disampaikan oleh Bu Grace kemarin, akan ada penjaketan. Ya, tunggu waktu saja sedikit lagi," ujar Bestari saat dihubungi, Sabtu (13/6/2026).

"Hanya saja kita memberikan itu kepada Ketua Umum (Kaesang Pangarep) kapan waktu yang pas. Jadi Bu Grace selaku Sekretaris Dewan Pembina sudah juga menyampaikan isyarat itu."

"Sinyal sudah terang semuanya dan itu pastilah seperti apa yang disampaikan Bu Grace nantinya. Tinggal menunggu waktu yang pas kapan itu dilaksanakan," tutur dia.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Abdul Qodir/Taufik Ismail/Wahyu Gilang, TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin, Kompas.com/Irfan Kamil/Adhyasta Dirgantara)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.