Jamaah Haji Asal Papua Berkesempatan Ketemu Keluarga di Makassar Sebelum Terbang Kembali
Alfian June 22, 2026 06:22 PM

 

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Sebelum Kembali ke Papua, Jamaah Haji Diberi Kesempatan Lepas Rindu dengan Keluarga di Sulsel.

Pasalnya, banyak dari jamaah asal Provinsi Papua merupakan keturunan asli Bugis Makassar.

Kloter jamaah Papua sendiri tergabung dalam dua gelombang, yakni Kloter 27 dan 29.

Kloter 27 sudah masuk di Asrama Haji Sudiang Makassar, pada Minggu (21/6/2026) kemarin.

Sementara itu, untuk Kloter 29 baru akan masuk Selasa (23/6/2026) dini hari nanti.

Hal itu diungkap oleh, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Papua, Musa Narwawan, saat ditemui Tribun-Timur.com di Asrama Haji Sudiang Makassar, Senin (22/6/2026).

“Ada (jamaah) yang langsung dijemput keluarganya di Makassar, ada juga yang memilih transit satu atau dua malam," katanya.

"Semua sudah didata oleh petugas penyelenggara haji daerah dan difasilitasi di asrama haji sesuai kebutuhan masing-masing,” tambah dia.

Baca juga: 5 Kali Haji! Ketua IPHI Wonosobo Sebut Haji 2026 Terbaik, Peningkatan Layanan di Armuzna

Ia mengaku, lama transit jamaah bergantung pada permintaan masing-masing jemaah dan keluarga yang menjemput. 

Pihak penyelenggara haji, kata Musa, telah menyiapkan mekanisme agar seluruh jamaah tetap terdata dan dapat melanjutkan perjalanan secara terkoordinasi.

Mayoritas jamaah haji asal Papua, kata dia, setiap tahunnya merupakan warga keturunan Bugis dan Makassar asal Sulawesi Selatan yang telah lama menetap di Jayapura maupun sejumlah daerah lain di Papua.

"Karena itu, tidak mengherankan jika sebagian besar jemaah kami memiliki hubungan keluarga di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Nabire, Papua Tengah, Burhanuddin Pawennari, mengatakan pihak pemerintah daerah memberikan keleluasaan kepada jamaah untuk terlebih dahulu mengunjungi keluarga mereka yang tersebar di berbagai daerah sebelum kembali ke Nabire.

“Karena jemaah haji kami, khususnya dari Nabire, ada yang keluarganya tinggal di Makassar, ada yang di Maros, dan ada juga yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia," katanya 

"Jadi silakan mereka kembali ke kampung halamannya masing-masing atau menemui keluarganya,” tambahnya.

Ia mengaku, kepulangan jamaah ke Nabire akan dilakukan secara terkoordinasi setelah seluruh jemaah menyelesaikan masa transit dan berkumpul kembali.

“Nanti kami berkoordinasi dengan petugas haji. Mereka diberikan waktu beberapa hari. Setelah semuanya lengkap, baru kami tentukan waktu untuk menerima kembali seluruh jemaah secara resmi di Kabupaten Nabire,” jelasnya.(*)

 

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.