KOBA, BABEL NEWS - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Tengah mengerahkan sebanyak 90 petugas untuk melaksanakan agenda Sensus Ekonomi tahun 2026. Para petugas ini akan melaksanakan pendataan secara door to door sampai dengan 31 Agustus 2026.
Kepala BPS Bangka Tengah, I Ketut Mertayasa menyampaikan, sensus ekonomi tahun ini tidak hanya mendata usaha dari masyarakat, tetapi juga mengumpulkan data karakteristik sosial ekonomi rumah tangga.
"Jadi di samping mendata kegiatan ekonomi, nanti ada yang namanya pendataan keluarga, ya. Karena kita tahu pemerintah itu kan punya Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi), itu juga akan didata," ujar I Ketut Mertayasa.
Menurut I Ketut Mertayasa, pemutakhiran data ini dibutuhkan untuk mengumpulkan karakteristik sosial ekonomi dari warga di Kabupaten Bangka Tengah. "Jadi ekonomi itu kan dinamis. Perubahannya itu betul-betul sangat tidak bisa dijadikan patokan hari ini mampu orangnya, besok tetap mampu, enggak, ya. Sehingga data terbaru dibutuhkan," tuturnya.
Dirinya menambahkan, nantinya pendataan akan mencakup seluruh jenis usaha, baik usaha mikro, kecil, menengah, besar, sektor pertanian, maupun usaha berbasis digital. "Kami bisa pastikan nanti kerahasiaannya dijaga. Yang jelas data ini dibutuhkan untuk program intervensi dari masing-masing kelembagaan masing-masing," ujarnya.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman berharap, agar para petugas yang melakukan sensus juga dapat menyesuaikan diri saat datang ke rumah-rumah masyarakat. "Jadi petugasnya kita imbau, masyarakatnya juga kita imbau. sebagai petugas kearifan lokalnya dipakai terutama soal waktunya juga harus ditentukan. Jangan datang ke rumah orang malam-malam misalnya, kurang pas," kata Algafry Rahman. (w4)