TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Publik terkejut dengan kabar Di wilayah Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) tengah gencar melakukan pengejaran terhadap buronan kasus penganiayaan berat, Taufik Hidayat. Sementara itu, dari Pulau Kalimantan Tengah, jajaran kepolisian di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) juga sama lagi mengejar Sendi Ramadhan.
Ya, Siti Juhairiyah (28), korban penganiayaan oleh Sendi Ramadhan, mantan suami siri.
Baca juga: Suami Bakar Mantan Istri di Kobar, Korban Meninggal Akibat Trauma Luka Bakar dan Infeksi Paru-paru
Siti meninggal dunia setelah mengalami luka bakar.
Korban mengalami luka bakar disekujur tubuhnya, membuat ia tak bisa melewati masa kritis hingga meninggal dunia sekira pukul 04.00 WIB, Senin (22/6/2026).
Siti meninggal setelah sempat dirawat selama seminggu di RS Hanau setelah dibakar pelaku, Rendi Ramadhan pada Sabtu (13/6/2026) malam.
Berdasarkan keterangan dari Humas RSUD Hanau, pasien mengalami trauma jalan nafas akibat luka bakar yang dideritanya.
"Pasien ini mengalami trauma jalan nafas dari luka bakar yang meyebabkan gagal nafas dan infeksi dari luka bakar tersebut, menginfeksi secara luas ke parup-paru, dan Hemodinamik tidak stabil, menimbulkan pasien tidak dapat melewati masa kritis," ujar Humas RSUD Hanau melalui pesan singkat, Senin (22/6/2026).
Informasi meninggalnya korban penganiayaan itu juga dibenarkan Kapolsek Pangkalan Banteng, Iptu Agung Sugiharto.
Dirinya membeberkan, telah dilakukan visum terhadap kondisi korban yang telah meninggal dunia.
Agung membeberkan, pihak keluarga memutuskan korban dimakamkan di Pemakaman Umum Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat.
"Jenazah korban telah dimakamkan sekira pukul 15.30 WIB, situasi dan kondisi dalam keadaan aman dan kondusif," jelasnya.
Kepolisian telah menangkap pelaku yang sempat melarikan diri hingga ke Kalimantan Timur.
Agung membeberkan, pihaknya masih memeriksa motif pelaku.
Diketahui Siti Juhariyah menjadi korban kekerasan dengan cara dibakar.
Berdasarkaan dugaan awal kepolisian, motif pelaku tak terima karena telah bercerai dengan korban.
Peristiwa itu terjadi di sebuah angkringan di Desa Karangmulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat, Sabtu (13/6/2026) malam.
Sebelum dibakar, sempat terjadi cekcok antara korban dan pelaku, Sendi Ramadhan. Kepala korban juga sempat dipukul menggunakan kayu oleh pelaku.
Setelah kejadian itu, Sendi langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor, sedangkan korban masih berteriak minta tolong saat api membakar sekujur tubuhnya.
Warga yang terkejut dengan peristiwa itu langsung menolong korban lalu membawanya ke Puskesmas Karangmulya. Guna mendapat perawatan medis lebih baik, Siti dilarikan ke Rumah Sakit Hanau. Namun, nyawanya tak tertolong setelah lebih kurang menjalani perawatan selama seminggu.
Polres Kotawaringin Barat dan Polsek Pangkalan Banteng melacak lokasi terduga pelaku yang membakar mantan istrinya, Siti Juhairiyah (29).
Diketahui identitas terduga pelaku pembakaran pada mantan istri yakni Sendi Ramadhan.
Kapolsek Pangkalan Banteng, Iptu Agung Sugiharto mengatakan, pihaknya sudah memontitor lokasi Sendi.
"Untuk pelaku sudah dimonitor lokasinya masih dalam pengejaran," ujar Agung saat dikonfirmasi TribunKalteng.com, Kamis (18/6/2026).
Agung menyebut, saat ini polisi sudah melacak terduga pelaku.
Pihaknya menduga, saat ini pelaku masih berada di wilayah Kalteng, tepatnya di Seruyan Tengah.
Agung menyebut, pihaknya sengaja belum menyebar foto pelaku agar tak kabur lebih jauh.
"Sengaja kita tidak sebar dulu bapak agar tidak tambah jauh," tegasnya.
Sosok Taufik Hidayat, Pacar Kejam yang Siksa dan Sekap Kekasih di Kosan
Seorang wanita disekap kekasihnya di kosan di kawasan Bandung, Jawa Barat hingga babak belur dan buta.
Wanita inisial YTR itu ditemukan babak belur di sebuah Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung usai diantarkan seorang pria yang diduga kekasihnya.
Usut punya usut, YTR merupakan wanita yang dinyatakan hilang selama tiga tahun oleh keluarganya.
Keluarga YTR awalnya mengira korban bekerja di Jakarta hingga akhirnya hilang kontak.
Namun korban ternyata disekap oleh kasihnya bernama Taufik Hidayat di sebuah kosan selama tiga tahun lamanya.
Pertemuan korban dan pelaku bermula pada 2023 saat di acara konser musik.
Saat itu, korban YTR yang bekerja di kawasan Pasteur, Kota Bandung, menonton sebuah konser musik dan bertemu Taufik Hidayat.
Korban juga sempat memperkenalkan Taufik Hidayat kepada keluarganya di Rancaekek Kabupaten Bandung.
Namun kemudian korban menghilang. Keluarga sempat menghubungi korban melalui sambungan telepon namun korban seperti sengaja menghindar dari keluarga.
Bahkan keluarga sempat dibentak saat memviralkan korban yang sempat dikira keluarga menghilang.
Hingga akhirnya keluarga mendapatkan kabar korban ditemukan di UGD RSHS Bandung.
Saat di rumah sakit, korban dalam keadaan mengenaskan di mana wajahnya babak belur hingga matanya buta.
Keluarga pun langsung melaporkan kekasih korban Taufik Hidayat ke pihak Kepolisian.
Pihak Kepolisian sempat mengendus keberadaan pelaku namun Taufik Hidayat berhasil kabur saat hendak ditangkap Polisi.
Polisi sendiri kesulitan menangkap pelaku karena Taufik Hidayat kerap berpindah-pindah.
Dimuat TribunJabar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa polisi masih memburu pelaku.
"Kami sudah beberapa hari ini mengejar tersangka yang memang dari beberapa hasil pemetaan, dia suka berpindah-pindah dan hampir beberapa waktu lalu bisa kami gerebek tapi pelaku mampu kabur," katanya, Kamis (18/6/2026).
Kombes Hendra memohon doa dan mengajak untuk memberikan dukungan terhadap kepolisian untuk bisa menangkap pelaku bejat yang telah melakukan perbuatan di luar nalar kemanusiaan.
"Sementara, kami masih proses penyidikan. Mohon doa agar pelaku bisa segera tertangkap," kata Hendra.
(Tribunkalteng.com/wartakota).