Mahasiswa UNY Modifikasi Resep Prancis Jadi Hidangan Kaya Zat Besi untuk Cegah Anemia pada Remaja
Muhammad Fatoni June 22, 2026 09:14 PM

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Zat besi menjadi salah satu kandungan penting untuk remaja putri. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. 

Pencegahan anemia pada remaja juga menjadi salah satu fokus pemerintah, salah satunya dengan rutin memberikan tablet tambah darah (TTD).

Namun, TTD memiliki rasa dan aroma seperti besi, yang dapat menurunkan tingkat kepatuhan konsumsi.

Hal itulah yang melatarbelakangi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Mau’idhatun Nashuha, mengolah wortel dan bayam menjadi Quiche Lorraine.

Quiche Lorraine sendiri merupakan hidangan pie gurih asal Prancis.

Mau’idhatun menerangkan produknya berbasis substitusi puree wortel dan bayam sebagai sumber zat besi untuk remaja, khususnya remaja putri.

Berdasarkan pengalamannya saat menempuh jenjang SMP dan SMA, tidak sedikit siswa mengalami ketidaknyamanan dalam mengonsumsi TTD.

"Karena rasa, aroma, dan aftertaste yang menyerupai besi sehingga menimbulkan rasa mual dan membuat kepatuhan konsumsi menjadi rendah," katanya melalui keterangan tertulis, Senin (22/6/2026).

Di sisi lain, ia melihat adanya tantangan dalam pemenuhan gizi remaja.

Berkaca dari pengalamannya di lingkungan boarding school, siswa kurang menyukai sayuran, termasuk bayam dan wortel.

“Dari pengalaman tersebut saya terinspirasi untuk mengembangkan produk makanan fungsional yang tidak hanya tinggi zat besi, tetapi juga memiliki karakteristik rasa, aroma, dan tekstur yang disukai remaja, khususnya remaja putri,” ujar mahasiswa prodi Pendidikan Tata Boga UNY tersebut.

Baca juga: Menelusuri Jejak Soto Rembang Mrican: Kuliner Legendaris Favorit Mahasiswa dan Alumni UNY

Modifikasi Resep Klasik Prancis

Ia memodifikasi resep klasik Prancis dengan menambahkan bahan lokal bergizi. 

Pada bagian pie crust, ia menggunakan tepung terigu protein sedang 120 gram, puree wortel 30 gram, butter 100 gram, dan setengah butir telur. 

Sementara pada bagian isian, digunakan bayam 100 gram, jamur kuping 25 gram, puree wortel 35 ml, susu cair 140 ml, keju 87 gram, dua butir telur, serta bumbu berupa garam 1 gram, lada 1,5 gram, kaldu bubuk 1,5 gram, dan pala bubuk 2 gram.

Proses pembuatan quiche diawali dengan mencampurkan bahan kulit yang terdiri dari puree wortel, tepung terigu, telur, butter dan gula halus.

Kemudian dibentuk dengan teknik crimping pada bagian pinggir sebelum dilakukan pemanggangan awal (blind bake) pada suhu 175°C selama 15 menit. 

Secara paralel, isian disiapkan dengan menumis bayam dan jamur hingga layu, lalu mencampurkan bahan filling berupa susu, telur, sari wortel, garam, lada, dan pala bubuk. 

Selanjutnya, tumisan dan campuran filling disatukan ke dalam kulit pie yang telah dipanggang, kemudian dipanggang kembali (finish baking) pada suhu 175°C selama 25 menit, dan diakhiri dengan proses pendinginan sebelum quiche siap dipotong dan disajikan.

"Kombinasi bayam dan wortel dipilih karena memiliki kandungan zat besi, vitamin, serta antioksidan yang baik untuk mendukung kesehatan remaja, khususnya dalam pencegahan anemia. Sementara itu, teknik pengolahan dalam bentuk quiche diharapkan dapat meningkatkan daya terima remaja terhadap sayuran yang selama ini kurang disukai,” imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.